Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Makan Jeroan Setiap Hari

Ririn Indriani

Kamis, 19 April 2018 | 07:14 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Makan Jeroan Setiap Hari
Jeroan ati ampela ayam. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak jarang orang lebih memilih makan jeroan ketimbang daging hewan tersebut. Padahal hingga saat ini makan jeroan masih dianggap kurang baik bagi kesehatan.

Lantas, sebenarnya apa saja efek yang bisa terjadi jika mengonsumsi jeroan? Apakah boleh makan jeroan setiap hari? Simak ulasan yang dihimpun Hello Sehat.

Makan Jeroan Setiap Hari, Bolehkah?
Mungkin sebagian dari Anda lebih memilih untuk mengonsumsi daging dari tubuh hewan seperti ayam, sapi atau kambing. Namun, sebagian lainnya justru lebih suka makan jeroan, seperti hati, ampela, jantung, lidah, otak, dan babat.

Memang, banyak ahli yang mengatakan bahwa jeroan mengandung nutrisi yang tidak sedikit. Bahkan jeroan sering disebut sebagai super food karena kaya akan berbagai vitamin dan mineral, yakni vitamin B, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, besi, fosfor, dan magnesium.

Meskipun memiliki berbagai nutrisi hebat, tapi bukan berarti Anda diizinkan untuk makan jeroan dengan frekuensi yang sering – terlebih hampir setiap hari. Dilansir dari laman Healthy Eating, para pakar kesehatan berpendapat sebaiknya konsumsi jeroan tidak lebih dari satu kali per minggu.

Hal ini disebabkan, karena kandungan zat gizi baik dari jeroan tidak bisa dimanfaatkan maksimal oleh tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsinya sesuai dengan kecukupan tubuh Anda.

Efek Samping Jeroan Bila Dimakan Terlalu Banyak
Meskipun memiliki rasa yang enak dan mengandung banyak nutrisi, tapi Anda tidak dianjurkan untuk makan jeroan terlalu sering.

Alih-alih menyumbang nutrisi baik bagi tubuh, jeroan justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan Anda. Risiko kesehatan yang bisa mengintai Anda jika terlalu sering makan jeroan sebagai berikut:

1. Kolesterol tubuh meningkat
Jeroan juga memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi. Meskipun lemak sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi cadangan, mengatur hormon, serta fungsi otak, tapi penting untuk tetap memerhatikan jumlah konsumsinya.

baca juga

Rekomendasi asupan lemak dari WHO, yakni tidak lebih dari 30 persen dari asupan total energi per hari. Ini setara dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementrian Kesehatan RI, yakni sekitar 75 gram lemak bagi wanita dan 91 gram lemak bagi pria per harinya. Atau mudahnya, setara dengan 67 gr lemak per hari jika total kebutuhan energi Anda 2000 per hari.

Di samping itu, American Heart Association menganjurkan bahwa usia dewasa sebaiknya menurunkan kadar kolesterol tubuh. Maka, konsumsi lemak tidak boleh lebih dari 5-6 persen dari jumlah total kalori harian yang dianjurkan.

Jika asupan lemak melebihi porsi yang seharusnya, maka akan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang kemudian membentuk plak pada pembuluh darah Anda sehingga pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan munculnya penyakit jantung.


2. Kelebihan kadar vitamin A
National Institutes of Health merekomendasikan batasan jumlah vitamin A yang aman untuk dikonsumsi per hari yakni tidak lebih dari 10.000 IU.

Sementara, vitamin A yang terkandung dalam jeroan cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi dalam waktu yang sering maka vitamin A akan tertumpuk dalam tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan, misalnya sakit kepala, mual, serta kerusakan hati. Bahkan ibu hamil dianjurkan untuk memerhatikan konsumsi makanan dengan kandungan vitamin A yang tinggi.

Pasalnya, jika dikonsumsi melebihi batas yang seharusnya akan menyebabkan cacat lahir yang serius pada bayi. Cacat lahir tersebut meliputi kelainan jantung, sumsum tulang belakang, mata, telinga, hidung, maupun cacat pada saluran pencernaan dan ginjal.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa seorang ibu hamil yang mengonsumsi lebih dari 10.000 IU vitamin A per hari, memiliki risiko 80 persen lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan cacat lahir dibandingkan ibu yang mengonsumsi 5.000 IU atau kurang dari batasan rekomendasinya per hari.

Oleh karena itu, penting untuk memantau asupan vitamin A harian, terutama jika Anda rutin minum suplemen dengan kandungan vitamin A.

3. Memperburuk Penyakit Asam Urat
Asam urat akan muncul saat Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan purin (zat yang ditemukan di berbagai makanan yang akan diubah jadi asam urat dalam tubuh) yang tinggi.

Semakin banyak purin yang dihasilkan oleh makanan yang dimakan, maka semakin tinggi pula kadar asam urat yang dikeluarkan oleh tubuh.

Kadar purin yang tinggi kemudian menjadi kristal, yang akan menumpuk di sekitar sendi dan jaringan tubuh lainnya. Itu sebabnya persendian menjadi nyeri dan bengkak. Maka dari itu, penderita asam urat dianjurkan untuk menghindari makan jeroan, sebab jeroan mengandung kadar purin yang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon

Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon

Health | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 19:55 WIB

Benarkah Jeroan Makanan Tak Sehat?

Benarkah Jeroan Makanan Tak Sehat?

Health | Kamis, 01 September 2016 | 10:31 WIB

Ini Manfaatnya Kaldu Ayam

Ini Manfaatnya Kaldu Ayam

Health | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:35 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB