Ini Panduan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 18 Mei 2018 | 04:15 WIB
Ini Panduan Puasa Bagi Penderita Diabetes
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Puasa bagi penderita diabetes bisa jadi sesuatu yang menyulitkan, karena mereka harus terus mengontrol kadar gula darah dalam tubuh mereka.

Pusat Diabetes Dubai memberi tips berpuasa bagi penderita diabetes, yang dapat membantu mereka menghindari kunjungan tambahan ke dokter.

Kenaikan atau penurunan kadar gula darah untuk penderita diabetes tipe 1 dan 2 dapat menyebabkan komplikasi serius. Dalam beberapa kasus, perubahan kadar gula darah dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran, sehingga penderita diabetes harus sangat berhati-hati saat berpuasa.

Penurunan kadar gula dapat dikenali lewat tanda-tanda seperti tubuh lemas, tangan gemetar, kesulitan bicara, dan jantung berdebar.

Penderita diabetes harus membawa sumber gula setiap saat untuk berjaga-jaga jika mereka mengalami gejala penurunan kadar gula darah.

"Masalah yang kita hadapi adalah banyak penderita diabetes tidak menyadari komplikasi yang akan mereka alami jika mereka mengabaikan tindakan pencegahan tertentu saat berpuasa," kata Inaam Ibrahim Kandil, Kepala Koordinasi Pendidikan Diabetes di Pusat Diabetes Dubai.

"Pemahaman sangat penting untuk memastikan pasien tidak menghadapi masalah kesehatan saat berpuasa. Mereka juga harus menjaga kadar gula darah mereka dalam kisaran yang disarankan," ujarnya lagi.

Nah, berikut adalah pedoman umum yang perlu dipertimbangkan jika Anda atau keluarga Anda yang menderita diabetes ingin berpuasa, seperti dilansir dari laman The National.

1. Jangan melewatkan waktu makan, baik saat sahur maupun buka puasa.
2. Nikmati makanan ringan di saat sahur, misalnya roti gandum, oatmeal atau sereal berserat tinggi dengan satu cangkir susu rendah lemak atau bebas lemak, dan buah segar.
3. Saat berbuka puasa, makan makanan yang diserap perlahan-lahan, seperti daging tanpa lemak, ikan atau ayam, susu atau yogurt, serta perbanyak buah dan sayuran.
4. Hindari makanan berkalori tinggi, makanan olahan, dan asin.
5. Batasi makanan yang digoreng dan berlemak.
6. Batasi asupan makanan manis.
7. Batasi karbohidrat.
8. Minum cukup air atau minuman bebas gula antara waktu berbuka dan sahur untuk menghindari dehidrasi.
9. Hindari makan berlebihan saat buka puasa maupun sahur.
10. Minum obat dan gunakan insulin Anda sesuai petunjuk dokter.
11. Tetap aktif secara fisik setelah berbuka puasa, setidaknya selama 30-45 menit. Salat Tarawih dapat dianggap sebagai bagian dari aktivitas fisik.

Sedangkan, penderita diabetes dengan kondisi berikut, disarankan untuk tidak berpuasa:
1. Memiliki kadar gula darah rendah yang parah tiga bulan sebelum Ramadan.
2. Memiliki riwayat kadar gula darah rendah berulang.
3. Memiliki kadar gula darah rendah yang tidak memiliki gejala dan tidak mengetahui adanya hipoglikemia.
4. Penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, terutama penderita diabetes tipe 1.
5. Memiliki ketoasidosis diabetik tiga bulan sebelum Ramadan.
6. Mengalami penyakit akut seperti infeksi, flu, dan lainnya.
7. Perempuan penderita diabetes yang tengah hamil.
8. Penderita diabetes dengan dialisis kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Tipsnya Agar Berat Badan Tak Naik Setelah Puasa

Ini Tipsnya Agar Berat Badan Tak Naik Setelah Puasa

Lifestyle | Kamis, 17 Mei 2018 | 14:55 WIB

Empat Tips Mencegah Sakit Kepala saat Puasa

Empat Tips Mencegah Sakit Kepala saat Puasa

Health | Kamis, 17 Mei 2018 | 14:00 WIB

Lansia Boleh Puasa, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Lansia Boleh Puasa, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Health | Kamis, 17 Mei 2018 | 12:33 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB