Puasa Dua Kali Seminggu Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 22 Mei 2018 | 04:00 WIB
Puasa Dua Kali Seminggu Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?
Ilustrasi puasa. (Shutterstock)

Suara.com - Puasa setiap hari dengan tujuan menurunkan berat badan ternyata memiliki efek samping bagi kesehatan. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Endocrinology.

Peneliti menemukan diet berbasis puasa dapat merusak kerja hormon insulin yang mengatur gula, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan risiko diabetes. Puasa yang dimaksud adalah puasa intermiten di mana seseorang menjalani puasa dua kali dalam seminggu untuk menurunkan berat badan.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa, meskipun berat badan turun, diet puasa intermiten sebenarnya dapat merusak pankreas dan mempengaruhi fungsi insulin pada individu sehat yang normal. Pada gilirannya hal ini dapat menyebabkan diabetes dan masalah kesehatan yang serius," ujar Ana Bonassa, peneliti utama dari Sao Paulo University dilansir The Guardian.

Dalam beberapa tahun terakhir diet puasa intermiten memang banyak dipilih, karena khasiat penurunan berat badan yang besar. Namun bukti keberhasilan mereka memicu perdebatan di antara para dokter karena memicu efek jangka panjang yang berbahaya.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa puasa jangka pendek dapat menghasilkan molekul yang disebut radikal bebas, bahan kimia yang sangat reaktif dan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel dalam tubuh seperti gangguan fungsi organ, risiko kanker dan penuaan dini.

Para peneliti São Paulo memeriksa efek dari puasa setiap hari pada berat badan, tingkat radikal bebas dan fungsi insulin tikus dewasa normal selama tiga bulan. Meskipun berat badan dan asupan makanan tikus menurun seperti yang diharapkan, jumlah jaringan lemak di perut mereka justru meningkat.

Selain itu, sel-sel pankreas yang melepaskan insulin menunjukkan kerusakan, ditemukan pula peningkatan kadar radikal bebas dan penanda resistensi insulin.

“Kita harus mempertimbangkan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas yang memilih diet puasa intermiten mungkin sudah memiliki resistensi insulin, jadi meskipun diet ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara cepat, dalam jangka panjang ada efek merusak yang berpotensi serius bagi kesehatan mereka, seperti risiko diabetes tipe 2," tambah Bonassa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Manfaat Kesehatan Buka Puasa dengan Kurma

Lima Manfaat Kesehatan Buka Puasa dengan Kurma

Health | Senin, 21 Mei 2018 | 17:20 WIB

Flu dan Batuk Lebih Cepat Sembuh Saat Puasa?

Flu dan Batuk Lebih Cepat Sembuh Saat Puasa?

Health | Senin, 21 Mei 2018 | 08:27 WIB

Ingin Tetap Berolahraga Saat Puasa, Simak Tipsnya

Ingin Tetap Berolahraga Saat Puasa, Simak Tipsnya

Health | Minggu, 20 Mei 2018 | 11:27 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×