Awas! Kebanyakan Minum Bisa Keracunan Air

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 27 Mei 2018 | 11:43 WIB
Awas! Kebanyakan Minum Bisa Keracunan Air
Ilustrasi minum air putih saat perut kosong. (Shutterstock)

Suara.com - Kita selalu disarankan untuk terhidrasi dan minum air putih yang cukup agar tubuh tetap bugar dan sehat, tapi tahukah Anda bila kebanyakan minum justru bisa menyebabkan keracunan air?

Ya, sebuah penelitian baru menunjukkan minum terlalu banyak air ternyata dapat berakibat buruk bagi tubuh.

Studi tersebut mengungkap bahwa minum terlalu banyak air dapat menyebabkan akumulasi cairan berlebih dan dapat menyebabkan kadar natrium menjadi rendah, yang berbahaya dalam darah atau bahkan pembengkakan otak. Hal tersebut sering dinamakan keracunan air atau intoksikasi air.

Lantas apa sih keracunan air itu? Dilansir dari Boldsky, kondisi ini didefinisikan saat kadar natrium dalam darah menjadi rendah (hiponatremia). Kondisi ini terjadi ketika seseorang minum air berlebih tanpa penggantian natrium yang memadai sehingga terjadi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Dokter mengatakan bahwa asupan air normal harus 8 hingga 10 gelas sehari.

Lebih lanjut pakar kesehatan juga menjelaskan bahwa keracunan air juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut:

1. Minum air secara kompulsif
Minum air secara kompulsif yang dikenal sebagai polidipsia psikogenik dan itu terkait dengan penyakit mental.

2. Kombinasi banyak cairan
Keracunan air dikaitkan dengan kombinasi banyak cairan dan juga peningkatan sekresi hormon anti-diuretik, yang menyebabkan ginjal bergantung pada air.

3. Kelainan ginjal dan gastroenteritis
Hiponatremia yang tidak disengaja juga bisa terjadi karena kelainan fungsi ginjal dan gastroenteritis.

4. Intervensi medis
Keracunan air juga disebabkan oleh penyakit yang ditangani oleh intervensi medis seperti penggunaan elektrolit, pemberian makan nasogastrik, obat-obatan neurologis atau psikiatri.

Sedangkan gejala hiponatremia umum sebagai berikut:

1. Mual dan muntah
2. Sakit kepala, kebingungan dan disorientasi
3. Gejala psikotik seperti perilaku yang tidak pantas, delusi, psikosis dan halusinasi
4. Kesulitan bernafas
5. Kelemahan otot, nyeri, kram dan kelelahan
6. Sering buang air kecil
7. Perubahan detak jantung tidak teratur dan tekanan darah
8. Kejang, herniasi batang otak, koma, kantuk berat dan masalah pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buka Puasa Makan Tutut, Warga 3 RT di Bogor Keracunan

Buka Puasa Makan Tutut, Warga 3 RT di Bogor Keracunan

News | Sabtu, 26 Mei 2018 | 07:15 WIB

Penjual Es Kepal Milo Menangis Saat Diperiksa Polisi

Penjual Es Kepal Milo Menangis Saat Diperiksa Polisi

News | Sabtu, 12 Mei 2018 | 21:49 WIB

Sembilan Siswa SD Keracunan, Polisi Periksa Penjual Es Kepal Milo

Sembilan Siswa SD Keracunan, Polisi Periksa Penjual Es Kepal Milo

News | Sabtu, 12 Mei 2018 | 21:00 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB