Ada Jerawat di Vagina? Begini Cara Mengatasinya

Minggu, 03 Juni 2018 | 21:30 WIB
Ada Jerawat di Vagina? Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi kesehatan organ intim perempuan, vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Jerawat di vagina merupakan masalah umum yang dihadapi oleh banyak perempuan.

Tidak peduli seberapa bersih Anda menjaga area kemaluan, jerawat bisa muncul kapan saja. Yang menjadi pertanyaa, sebenarnya, apa sih penyebab jerawat bisa tumbuh di area vagina?

BACA JUGA: Empat Minuman Teraneh di Dunia Ini Menjijikkan, Berani Coba?

Sama seperti wajah Anda, jerawat di vagina dapat disebabkan oleh produksi sebum (minyak) yang berlebihan. Ini juga bisa disebabkan oleh peradangan, yang merupakan bentuk folikulitis, di mana folikel rambut membesar. Yang terburuk adalah pustula, yang bisa membuat jerawat terasa sakit.

Jika jerawat muncul setelah bercukur, ini kemungkinan besar disebabkan gesekan akibat pisau cukur. Atau, bisa juga karena waxing hingga memakai pakaian ketat.

BACA JUGA: Viral! Video Bule Ngamuk Protes Salawat di Musala

Kondisi ini menyebabkan benjolan muncul dengan menjebak bakteri di dalam folikel. Lantas, bagaimana menangani jerawat di vagina? Berikut penjelasan yang dilansir Times of India.

1. Facial vagina
Sama seperti melakukan facial di wajah Anda, ada satu perawatan yang dinamakan vajacial atau vagina facial. Ini melibatkan menggosok dan menghilangkan rambut yang tumbuh ke dalam.

Anda dapat melakukannya di rumah dengan menggunakan cairan vagina khusus, menggosok dan melembabkan area tersebut. Ini juga akan membantu menjaga kulit di sana bersih dan halus.

2. Pencuci jerawat yang lembut
Jika Anda merasa jerawat belum juga hilang di bawah sana, carilah pencuci jerawat yang lembut. Carilah bahan-bahan anti-bakteri seperti benzoyl peroxide, yang dapat membersihkan dan bahkan mencegah jerawat lebih lanjut. Namun, gunakan pencucian hanya pada kulit yang lebih tebal dan bagian luar vagina.

3. Krim topikal
Anda juga dapat berinvestasi dalam krim anti-bakteri, yang aman untuk digunakan di area sana. Anda dapat menggunakan krim Soframycin, yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan aman digunakan pada bagian luar vagina. Ada juga banyak krim Clotrimazole seperti Candid, yang benar-benar aman untuk digunakan vagina.

4. Jangan memencet atau memecahkan jerawat
Jika Anda memiliki kebiasaan memencet jerawat di wajah, pastikan Anda jangan pernah melakukannya di area vagina. Dengan memencet jerawat, Anda dapat membuat luka terbuka, yang dapat menyebabkan lebih banyak infeksi. Itu juga dapat membuat Anda rentan terhadap penyakit menular seksual.

5. Jagalah kebersihan di area vagina
Penanganan jerawat di sana bukanlah tugas yang mudah dan itulah mengapa Anda harus mengikuti tindakan pencegahan. Jagalah kebersihan area vagina dan jaga agar selalu tetap dalam keadaan kering.

Alih-alih memakai pakaian dalam yang sintetis, cobalah kain katun, yang bisa membuat vagina lebih bernapas. Selain itu, saat mencukur, ikuti pertumbuhan rambut dan gunakan krim untuk mendapatkan tonjolan minus bercukur yang halus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI