42 Persen Kasus Kanker di RS Dharmais Didominasi Kanker Payudara

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 11 Juli 2018 | 18:37 WIB
42 Persen Kasus Kanker di RS Dharmais Didominasi Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Dari semua kasus kanker yang dirujuk ke RS Dharmais, 42 persen di antaranya adalah kanker payudara. Hal ini disampaikan Prof. Dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT – KL(K), MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Menurut dia selama ini terapi kanker membutuhkan waktu lama bahkan mengharuskan pasien menginap. Hal ini turut berimplikasi pada padatnya antrean pasien kanker di RS Kanker Dharmais.

"Pasien rawat jalan bisa 800-1000 pasien. Yang mendapat kemoterapi 250-300 orang. Begitu juga dengan radioterapi. Kalau dulu mau melakukan tindakan radioterapi nunggu 6 bulan. Kalau sekarang tidak lagi menunggu karena kita menambah alat dan beberapa fasilitas penunjang lainnya," ujar Prof Abdul di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Oleh karena itu ia menyambut baik hadirnya terapi kanker trastuzumab subkutan yang hanya membutuhkan waktu dua hingga lima menit. Trastuzumab sendiri bukan obat baru di Indonesia. Sebelumnya obat yang digunakan untuk penanganan kanker payudara HER2-positif itu hanya tersedia dalam formulasi infus intravena.

Namun kini di bawah produksi Roche, trastuzumab hadir dengan varian baru yang diberikan melalui injeksi bawah kulit tepatnya di bagian paha. Menurut Prof Abdul, hal ini akan membantu memangkas antrian panjang pasien kanker payudara yang akan menjalani perawatan.

"Dengan adanya pengobatan ini saya kira sangat bagus buat kita untuk mengurangi waktu tunggu pasien. Supaya pasien tidak lama antri. Injeksi hanya butuh waktu 4-5 menit. Kita tidak perlu lagi melakukan pencampuran obat dengan handling dan lain-lain serta tidak perlu rawat inap," terangnya.

Meski demikian, Prof Abdul mengatakan untuk sementara ini, pemberian trastuzumab subkutan lewat injeksi baru bisa diberikan pada pasien umum dan perusahaan, karena belum ditanggung BPJS.

"Penggunaan trastuzumab suntik ini akan kami berikan ke pasien umum dan perusahaan dulu. Karena ini baru diajukan untuk masuk ke skema BPJS," jelasnya.

Untuk diketahui 78 persen pasien RS Dharmais terdiri dari pasien BPJS dan 22 persen sisanya pasien umum dan perusahaan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terapi Kanker Payudara Kini Cuma Butuh Waktu Lima Menit

Terapi Kanker Payudara Kini Cuma Butuh Waktu Lima Menit

Health | Rabu, 11 Juli 2018 | 16:52 WIB

Jantung, Kanker dan Infeksi, Paling Banyak Diderita Karyawan

Jantung, Kanker dan Infeksi, Paling Banyak Diderita Karyawan

Health | Rabu, 11 Juli 2018 | 12:00 WIB

Bagi Perempuan Bekerja, Ini Daftar Lima Gangguan Kesehatan

Bagi Perempuan Bekerja, Ini Daftar Lima Gangguan Kesehatan

Health | Selasa, 10 Juli 2018 | 17:30 WIB

Terkini

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan

Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:21 WIB

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB

HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

×