Perhatikan : Kasus DBD Paling Tinggi di 4 Provinsi Ini

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 18 Juli 2018 | 16:00 WIB
Perhatikan : Kasus DBD Paling Tinggi di 4 Provinsi Ini
Ilustrasi nyamuk [Shutterstock].

Suara.com - Indonesia adalah negara beriklim tropis yang sangat berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan hewan maupun tumbuhan. Tetapi tidak seluruhnya bisa disebut positif. Hal ini bila berkait dengan suburnya negara kita sebagai tempat berkembangnya beragam penyakit, terutama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

Data menunjukkan kasus DBD di Indonesia terus menurun kurun 2015 - 2017. Pada 2017, tingkat insiden DBD di Indonesia mencapai 26,8 kasus per 100 ribu penduduk atau telah melampaui target 49 kasus per 100 ribu penduduk.

Meski demikian, dengan tingkat insiden DBD di Indonesia sudah menurun sesuai target, dr Suwito dari Subdit Pengendalian Vektor Kementerian Kesehatan mengatakan ada empat provinsi di Indonesia yang kasus DBD-nya masih tinggi yaitu di atas 49 kasus per 100 ribu penduduk.

"Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Bali itu incidence rate (frekuensi penyakit atau kasus baru)-nya masih di atas 49 kasus per 100 ribu penduduk. Ini yang harus menjadi perhatian kami untuk menurunkan kasus penularan DBD di empat provinsi itu khususnya, dan provinsi lain secara umum," ujar dr Suwito dalam temu media yang dihelat Bayer, Selasa (17/07/2018).

Ia menambahkan, beberapa strategi yang dilakukan Pemerintah untuk menekan kasus DBD antara lain dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, baik dari sisi tenaga medis yang menangani hingga pemahaman masyarakat untuk memerangi nyamuk penyebab DBD.

"Kami  juga lakukan pemberdayaan masyarakat dengan program satu rumah satu jumantik. Diharapkan dalam satu rumah ada satu orang yang memerhatikan lingkungan di tempat tinggalnya sehingga jentik nyamuk tidak berada di situ," tambah dia.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengendalian vektor terpadu dengan berbagai metode sehingga bisa mengurangi pemakaian pestisida yang merupakan zat kimia.

Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelopor untuk mengendalikan pertumbuhan nyamuk penyebab DBD.

"Jadi kalau dulu kita kenal istilah 3M, itu tidak cukup untuk menekan kasus penularan virus DBD melalui nyamuk. Harus dibarengi upaya lain seperti metode alami menanam tumbuhan anti nyamuk, hingga upaya kimiawi melalui penyemprotan fogging ketika terjadi kasus DBD di suatu lingkungan tempat tinggal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Jangan Ditiru! Bapak Biarkan Anak Bermain Robot Begituan

Awas, Jangan Ditiru! Bapak Biarkan Anak Bermain Robot Begituan

Health | Rabu, 18 Juli 2018 | 00:15 WIB

Mari, Perbaiki Tulang Melengkung Dengan Bracing

Mari, Perbaiki Tulang Melengkung Dengan Bracing

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 21:46 WIB

Nama Panggilan Berdampak Besar Bagi Hidup Seseorang

Nama Panggilan Berdampak Besar Bagi Hidup Seseorang

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 20:00 WIB

Berbahaya! Minum Obat Dibantu Jus Buah

Berbahaya! Minum Obat Dibantu Jus Buah

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 14:00 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB