Awas! Langsung Tidur Setelah Makan Malam Tingkatkan Risiko Kanker

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 19 Juli 2018 | 14:27 WIB
Awas! Langsung Tidur Setelah Makan Malam Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi ngemil di malam hari. (Shutterstock)

Suara.com - Langsung tidur setelah makan  malam ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan prostat. Kesimpulan ini didapat pada penelitian yang dilakukan Dr. Manolis Kogevinas, seorang profesor penelitian di Institut Kesehatan Global Barcelona di Spanyol.

Ia mengatakan konsumsi camilan atau makanan besar sebelum tidur dapat menimbulkan efek yang tak terduga selain obesitas yang banyak dikhawatirkan orang. Manolis Kogevinas menjelaskan, ada kemungkinan kebiasaan makan terlalu larut ini dapat memicu gangguan pada ritme sirkadian yang mengarah pada kanker.

"Dampaknya bisa sangat penting dalam budaya seperti di Eropa selatan, di mana masyarakat biasanya makan malam terlambat," katanya dilansir newsweek.

Peneliti menemukan bahwa individu yang makan malam sebelum pukul sembilan atau mereka yang menunggu setidaknya dua jam untuk tidur setelah makan berisiko 26 persen lebih rendah terkena kanker prostat dan 16 persen lebih rendah risikonya untuk mengidap kanker payudara, dibandingkan mereka yang langsung tidur setelah makan malam.

"Mekanismenya memang tidak jelas. Tapi kita dan semua organisme hidup memiliki peran berbeda di siang dan malam hari. Itu sebabnya perubahan ritme sirkadian ini memicu pertumbuhan sel tumor," terang Manolis Kogevinas.

Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menganalisis 621 orang yang menderita kanker prostat dan 1.205 yang menderita kanker payudara, serta 872 lelaki dan 1.321 pasien perempuan tanpa kanker sebagai kelompok kontrol.

Para peneliti mewawancarai mereka tentang kapan mereka makan dan kebiasaan tidur mereka. Peserta juga diminta mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan mereka.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko kanker payudara dan prostat lebih tinggi pada pekerja shift malam kemungkinan karena gangguan ritme sirkadian," kata Manolis Kogevinas.

Pada 2007, Badan Internasional Badan Penelitian Kanker Internasional mengumumkan bahwa kerja shift malam yang mengganggu ritme sirkadian adalah faktor risiko kanker. Studi baru ini memang tidak melihat pekerja shift, tetapi mungkin pencernaan pada malam hari menyebabkan gangguan pada siklus tidur seseorang.

baca juga

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami alasan di balik temuan ini, tetapi semuanya tampaknya menunjukkan bahwa waktu tidur memengaruhi kapasitas kita untuk memetabolisme makanan," kata penulis studi, Dora Romaguera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Health | Kamis, 19 Juli 2018 | 10:50 WIB

Anak Denada Idap Leukimia, Jenis Kanker Terbanyak Diderita Anak

Anak Denada Idap Leukimia, Jenis Kanker Terbanyak Diderita Anak

Health | Rabu, 18 Juli 2018 | 13:46 WIB

Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?

Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?

Lifestyle | Selasa, 17 Juli 2018 | 08:04 WIB

Terkini

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

×