Penyakit Kulit Ini Timbulkan Benjolan Mirip Tanduk, Kok Bisa?

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 20 Juli 2018 | 13:51 WIB
Penyakit Kulit Ini Timbulkan Benjolan Mirip Tanduk, Kok Bisa?
Cutaneous horn, penyakit kulit yang bentuknya mirip tanduk. (Shutterstock)

Suara.com - Tahukah Anda bahwa ada penyakit kulit yang bentuknya menyerupai tanduk di kulit? Terdengar aneh tapi penyakit ini benar-benar ada, lho.

Penyakit ini disebut dengan cutaneous horn atau dengan nama latinnya disebut cornu cutaneum. Seperti apa, sih, penyakit ini? Apakah berbahaya? Mari kita simak ulasan yang dilansir Hello Sehat.

Apa Itu Cutaneous Horn?
Cutaneous horn (cornu cutaneum) adalah suatu penyakit kulit yang ditandai dengan penonjolan keras pada kulit yang bentuknya seperti kerucut atau menyerupai tanduk.

BACA JUGA: Tips Aman Main Gadget Agar Mata Tetap Sehat

Tonjolan kulit tersebut disebabkan karena adanya penumpukan keratin. Keratin atau yang disebut dengan lapisan tanduk sebenarnya normal ditemukan pada kulit. Akan tetapi, pada penyakit ini terjadi penumpukan keratin.

Penyebab pasti dari penyakit ini masih belum jelas. Salah satu dugaan yang dapat menjadi kemungkinan terjadinya penyakit ini adalah virus papiloma (human papillomavirus alias HPV).

BACA JUGA: Ini Alasan Membiarkan Anak Sering Telanjang Kaki

Kelainan kulit ini lebih sering ditemukan pada usia tua (sekitar 60-70 tahun) dengan kulit berwarna terang. Penyakit ini dapat muncul pada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan.

Apa Gejala Cutaneous Horn?
Cutaneous horn dapat ditemukan di bagian tubuh mana saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih sering ditemukan pada daerah kulit yang banyak terpapar sinar matahari. Misalnya wajah, kepala, telinga, dada, leher, dan punggung tangan.

BACA JUGA: Sering Loyo? Simak Tips Sederhana Menjaga Stamina Saat Bekerja

Cutaneous horn bisa berukuran kecil seperti jerawat atau sebesar ibu jari, bahkan lebih. Penderita cutaneous horn biasanya tidak merasakan gejala selain adanya tonjolan pada kulit mereka yang mirip dengan tanduk.

Biasanya mereka datang ke dokter dengan keluhan rasa tidak nyaman dan rasa kurang percaya diri akibat tonjolan yang dapat mengganggu penampilan. Akan tetapi bila terjadi luka yang menyebabkan peradangan, maka akan timbul rasa nyeri.

Tonjolan yang muncul berbeda-beda pada setiap orang. Bentuknya bisa mirip seperti tanduk, agak membulat, atau mengerucut. Warnanya juga bervariasi, ada yang kecokelatan, kekuningan, putih, atau mirip dengan warna kulit asli Anda sendiri.

Apakah Penyakit Ini Berbahaya?
Penyakit cutaneous horn merupakan salah satu tumor jinak kulit. Penyakit ini tidak berbahaya. Akan tetapi, Anda harus tetap mewaspadai munculnya tumor ganas kulit karena bentuknya bisa mirip dengan penyakit ini.

BACA JUGA: Ternyata Tidur Sambil Memeluk Pasangan Punya Banyak Manfaat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mari, Bersihkan Ponsel Dari Kuman

Mari, Bersihkan Ponsel Dari Kuman

Tekno | Senin, 02 Juli 2018 | 11:00 WIB

5 Penyakit Ini Paling Sering Dialami Perempuan Muda

5 Penyakit Ini Paling Sering Dialami Perempuan Muda

Health | Selasa, 22 Mei 2018 | 15:00 WIB

Deteksi Dini Penyakit Bisa Dilihat dari Kondisi Tangan

Deteksi Dini Penyakit Bisa Dilihat dari Kondisi Tangan

Health | Selasa, 08 Mei 2018 | 09:00 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB