Gara - Gara Pedikur, Perempuan Ini Nyaris Amputasi Kaki

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 31 Juli 2018 | 20:00 WIB
Gara - Gara Pedikur, Perempuan Ini Nyaris Amputasi Kaki
Ilustrasi pedikur. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda yang gemar melakukan perawatan manikur dan pedikur harus berhati-hati, pasalnya baru-baru ini dilaporkan seorang perempuan di North Carolina Amerika Serikat nyaris diamputasi kakinya setelah terserang infeksi ganas dari alat pedikur di salon.

Perempuan bernama Tracy Lynn Martinez ini membagikan kisahnya di Facebook. Ia menceritakan bahwa pada 22 Juni lalu melakukan perawatan pedikur di sebuah salon yang tak terkenal di Winston-Salem.

BACA JUGA: Terlalu Sering Nonton Film Dewasa Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi?

Keesokan harinya tiba-tiba Martinez mengalami gejala tak enak badan seperti menggigil, mual dan muntah. Ia juga merasa tak bisa berjalan seimbang karena kakinya bengkak.

Merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, Martinez memanggil ambulans. Di rumah sakit, dokter menjelaskan bahwa Martinez terserang infeksi streptococcus emolitik, streptococcus pneumoniae, dan staphylococcus aureus.

BACA JUGA: Lima Tips Mudah Hilangkan Stres

Menurut Martinez, bakteri itu memasuki tubuhnya melalui dua luka di tumitnya. Luka yang tampaknya tidak berbahaya itu disebabkan oleh alat cukur yang digunakan selama pedikur.

"Ketika kulit terganggu bahkan hanya akibat luka kecil bisa menjadi pintu gerbang bagi bakteri penyebab infeksi. Saya tidak pernah membiarkan para pegawai salon menggunakan alat cukur karena terlalu berisiko," ujar dokter kulit Mona Gohara, seorang asisten profesor klinis di Universitas Yale.

Untuk alasan ini, Mona menyarankan agar masyarakat membeli alat pencukur sendiri untuk digunakan di rumah. American Podiatric Medical Association (APMA) juga menawarkan alternatif yang lebih lembut termasuk penggunaan batu apung, atau scrub untuk pengelupasan.

BACA JUGA: Seperti Ini Jumlah Protein yang Harus Kamu Konsumsi Setiap Hari

Untungnya, Martinez tidak harus kehilangan kakinya dalam kasus ini. Tetapi dia harus minum obat selama beberapa bulan ke depan dan memakai stoking kompresi pada kaki yang terkena dampak jangka panjang.

"Saya telah melalui neraka, rasa sakit, syok, semuanya. Tapi saya ingin memperingatkan orang lain untuk "mengatakan tidak" pada alat pencukur selama menjalani prosedur pedikur di salon," ujar Martinez seperti dilansir dari laman Medical Daily menceritakan kisahnya yang nyaris diamputasi kakinya akibat sembarangan pedikur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terserang Flu, Jari Tangan dan Kaki Lelaki Ini Harus Diamputasi

Terserang Flu, Jari Tangan dan Kaki Lelaki Ini Harus Diamputasi

Health | Sabtu, 10 Februari 2018 | 14:56 WIB

Bangun dari Koma, Gadis Ini Diamputasi karena Digigit Laba-laba

Bangun dari Koma, Gadis Ini Diamputasi karena Digigit Laba-laba

Health | Senin, 10 Juli 2017 | 19:00 WIB

Akibat Radang Tenggorokan, Tangan dan Kaki Lelaki Ini Diamputasi

Akibat Radang Tenggorokan, Tangan dan Kaki Lelaki Ini Diamputasi

Health | Jum'at, 17 Maret 2017 | 21:02 WIB

Terkini

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

42 Perusahaan Masuk Radar KLH, Sanksi Berat Menanti Jika Terbukti Bakar Hutan

42 Perusahaan Masuk Radar KLH, Sanksi Berat Menanti Jika Terbukti Bakar Hutan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:09 WIB

×