Suara.com - Jelang H-10 perhelatan pesta olahraga se-Asia yakni, Asian Games, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap memberi dukungan dari sektor kesehatan dengan menyiapkan 27 rumah sakit yang ada di Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
Sekretaris Jenderal Untung Suseno Sutarjo mengatakan bahwa 1805 tenaga kesehatan telah disiapkan untuk mengantisipasi kondisi medis yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Asian Games.
"Kita sudah siap. Kita sudah menyiapkan sarana pra sarana dan tenaganya sudah siap semua. Kita siapkan apapun skenario yang ada insya Allah kita bisa tangani," ujar Untung dalam Apel Siaga Bidang Kesehatan Asian Games 2018 di Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan bersama INASGOC juga menyiagakan 170 Medical Station atau posko kesehatan yang berada di dalam area pertandingan, 3 Medical Center atau posko Kesehatan yang berada di luar arena pertandingan dan 2 poliklinik di lingkungan kompleks wisma Atlet yang beroperasi 24 jam di Jakarta dan Palembang.
"Kemenkes bersama dengan INASGOC selaku penyelenggara, juga menyediakan pemenuhan kebutuhan alat kesehatan baik di Medical Station, Medical Center maupun di Poliklinik," jelas Untung.
Masalah kesehatan dapat terjadi di dalam maupun luar pertandingan, dapat dialami kapan saja baik oleh para atlet, official, panitia, suporter bahkan siapa saja. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Kemenkes, kata Untung, juga telah menyiagakan sebanyak 27 rumah sakit sebagai rujukan terakreditasi dengan rincian 5 Rumah Sakit di DKI Jakarta, 4 Rumah Sakit di Sumatera Selatan, 7 Rumah Sakit di Jawa Barat, dan 1 Rumah Sakit di Banten.
Di samping itu, 230 ambulans juga telah disiapkan di mana 25 unit di antaranya merupakan unit ambulans yang berfungsi seperti mini ICU, karena di dalamnya ada perlengkapan seperti ventilator, monitor, defibrillator, dan monitor.
"Jadi bicara ambulans bukan lagi sekadar sebagai sarana angkut (transfer) pasien ke rumah sakit, tetapi sudah ada pelayanan medis di dalamnya, yakni pelaksanaan manajemen di UGD sudah dapat dilakukan di dalam ambulans," urai Untung.
Untuk mengasah kesiapan SDM kesehatan, Kemenkes juga telah beberapa kali mengadakan simulasi penanganan kegawatdaruratan yang didesain menyerupai keadaan sesungguhnya, dimulai dari lokasi pertandingan hingga ke rumah sakit rujukan.
"Kita telah bekerjasama dengan berbagai organisasi profesi, yakni lkatan Dokter Indonesia (lDl), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Dokter Ahii Emergensi Indonesia (PERDAMSI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk menyiapkan modul latihan kegawatdaruratan ini," terangnya tentang kesiapan Kemenkes mengantisipasi masalah kesehatan selama Asian Games 2018.