Studi: Anak yang Tumbuh dengan Medsos Akan Sulit Berimajinasi

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 09 Agustus 2018 | 17:00 WIB
Studi: Anak yang Tumbuh dengan Medsos Akan Sulit Berimajinasi
Anak main media sosial [Shutterstock]

Suara.com - Penggunaan media sosial kini tak hanya dilakukan orang dewasa tapi juga anak-anak. Bahkan baru-baru ini sebuah aplikasi lipsync menjadi bahan omongan di media sosial karena mempopulerkan seorang anak laki-laki bernama Bowo yang ngetren menjadi artis TikTok.

Sebuah penelitian terkini pun menyoroti penggunaan media sosial di kalangan anak-anak. Baroness Susan Greenfield, mantan direktur Royal Institution of Great Britain mengatakan bahwa anak-anak yang keseringan menggunakan handphone untuk mengakses media sosial memiliki mental seperti anak balita.

"Mereka akan mengadopsi perilaku anak usia tiga tahun seperti keterampilan bersosialisasi yang masih buruk, identitas diri yang lemah dan kurang fokus," ujar Greenfield.

Cover medsos. [Shutterstock]
Cover medsos. [Shutterstock]

Greenfield, yang juga seorang peneliti senior di Universitas Oxford, mendukung klaimnya dengan mengutip sebuah studi pada 2014 yang dilakukan oleh para psikolog di Universitas Virginia dan Harvard. Penelitian tersebut mengungkapkan, ketika anak-anak terbiasa tumbuh dengan stimulasi dari 'likes' media sosial seperti Instagram, Twitter, YouTube, itu bisa mengakibatkan mereka menjadi tidak bisa fokus dengan dirinya sendiri.

Pendiri gerakan detoks digital Time To Log Off dan penulis 'Stop Staring at Screens', Tanya Goodin, mengatakan bahwa dia setuju dengan klaim efek negatif dari penggunaan handphone ini. Mengutip penelitian UCLA, Goodin mengatakan bahwa anak-anak yang dibatasi penggunaan hp selama seminggu lebih mampu berempati pada orang lain dibandingkan anak-anak yang dibiarkan menggunakan hp.

"Anak-anak yang terpapar media sosial memiliki dorongan bahwa mereka harus terus menyibukkan diri dengan media sosial 24 jam selama seminggu. Hal ini membatasi imajinasi yang seharusnya dimiliki anak seusia mereka.

"Kegiatan luar ruang seperti membaca, berkebun, dan berolahraga bisa menjadi alternatif yang lebih baik dari bermain gawai. Aktivitas ini bisa menstimulasi imajinasi dan empati anak," tambah dia.

Keprihatinan akan penggunaan media sosial di kalangan anak-anak baru-baru ini digemakan oleh organisasi peduli kesejahteraan anak di Amerika Serikat yang menulis surat pada Mark Zuckerberg Januari lalu. Mereka mendesak pendiri Facebook untuk menghapus Messenger Kids, sebuah aplikasi komunikasi yang ditujukan khusus untuk anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata Ini Kebiasaan Orang Indonesia Sebelum Tidur

Ternyata Ini Kebiasaan Orang Indonesia Sebelum Tidur

Lifestyle | Kamis, 09 Agustus 2018 | 06:04 WIB

Stunting Akibat Kekurangan Gizi Tak Hanya Dirasakan Orang Miskin

Stunting Akibat Kekurangan Gizi Tak Hanya Dirasakan Orang Miskin

Bisnis | Rabu, 08 Agustus 2018 | 14:58 WIB

Dituding Jadi Antek Asing, Begini Jawaban Jokowi

Dituding Jadi Antek Asing, Begini Jawaban Jokowi

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 14:01 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB