Cukai Rokok Naik Jadi Solusi Tambal Beban Biaya BPJS Kesehatan

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Jum'at, 10 Agustus 2018 | 18:51 WIB
Cukai Rokok Naik Jadi Solusi Tambal Beban Biaya BPJS Kesehatan
Ilustrasi Rokok

Suara.com - Baru-baru ini BPJS Kesehatan mengundang kontroversi atas aturan baru yang memangkas pemberian manfaat pelayanan bagi bayi baru lahir, operasi katarak hingga rehabilitasi medik. Aturan ini ditetapkan demi mengatasi persoalan defisit yang mendera BPJS Kesehatan selama hampir lima tahun beroperasi.

Di satu sisi, banyak pihak yang mengatakan bahwa pemangkasan pelayanan bukan solusi efektif. Dari peneliti misalnya, Yurdhina Meilissa mewakili Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mengatakan bahwa efisiensi tersebut hanya mampu menambal beban biaya BPJS Kesehatan dalam jangka pendek.

Yurdhina mengatakan, sebenarnya ada solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan BPJS Kesehatan dalam jangka panjang, yakni dengan menaikkan cukai rokok. Kebijakan ini, kata dia tidak akan membebani masyarakat karena iuran tidak perlu dinaikkan.

"Kalau efisiensi itu bisa menurunkan mutu pelayanan masyarakat juga yang dikorbankan. Jadi kenapa kita tidak menaikkan cukai rokok. Solusi ini lebih mudah dan sustainable," ujar Yurdhina.

Berhenti merokok, masa depan Indonesia lebih baik

Tidak ada batas aman dalam merokok. (Shutterstock)
Tidak ada batas aman dalam merokok. (Shutterstock)

Sementara itu, Tim Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-Ul) sendiri telah melaksanakan studi yang membuktikan efek konsumsi rokok terhadap kemiskinan dan kejadian stunting di Indonesia.

Penelitian yang menggunakan dataset longitudinal (1997-2014) dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) ini membuktikan bahwa perilaku merokok telah berdampak pada kondisi stunting anak-anak mereka yang ditunjukkan pada tinggi dan berat badan.

Disampaikan Teguh Dartanto, PhD, Kepala Departemen llmu Ekonomi FEB Ul pada Suara.com beberapa waktu lalu, konsumsi rokok masyarakat Indonesia pada 1997 sebesar 3,6 persen meningkat 5,6 persen pada 2014, sedangkan konsumsi lainnya menurun secara signifikan selama 1997-2014.

"Peningkatan konsumsi rokok sekitar dua persen telah digantikan oleh penurunan pengeluaran beras, protein, dan sumber lemak, serta pendidikan. Pengeluaran rumah tangga untuk daging dan ikan sendiri juga menurun sekitar 2,3 persen," tambahnya.

baca juga

Padahal, seperti yang ditunjukkan dalam banyak penelitian, jenis pengeluaran ini akan sangat mempengaruhi perkembangan masa depan anak-anak dalam hal berat badan, tinggi badan, dan kemampuan kognitif.

"Temuan PKJS-UI ini memberikan bukti berharga bahwa mengendalikan konsumsi rokok tidak hanya akan mengurangi prevalensi merokok tetapi juga akan membuat masa depan Indonesia Iebih baik dengan menjaga anak-anak lahir dengan kondisi yang baik, fisik maupun kognitifnya," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hijrahnya Dipertanyakan karena Rokok, Ini Kata Nikita Mirzani

Hijrahnya Dipertanyakan karena Rokok, Ini Kata Nikita Mirzani

Entertainment | Selasa, 07 Agustus 2018 | 19:20 WIB

BPJS Kesehatan Dapat Kucuran Data untuk Atasi Defisit Keuangan

BPJS Kesehatan Dapat Kucuran Data untuk Atasi Defisit Keuangan

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 18:07 WIB

IDAI : Kalau Angka Kematian Bayi Tidak Turun, Salahkan BPJS!

IDAI : Kalau Angka Kematian Bayi Tidak Turun, Salahkan BPJS!

Health | Kamis, 02 Agustus 2018 | 18:01 WIB

Terkini

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 11:59 WIB

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:58 WIB

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:57 WIB

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 11:56 WIB

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:50 WIB

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 11:46 WIB

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:44 WIB

×