Ada Sereal Masih Mengandung Racun Pembasmi Gulma, Kok Bisa?

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Minggu, 26 Agustus 2018 | 17:20 WIB
Ada Sereal Masih Mengandung Racun Pembasmi Gulma, Kok Bisa?

Suara.com - Penelitian mengungkapkan ada kandungan pembasmi gulma atau rumput liar yang dikenal dengan Roundup di beberapa makanan berbasis gandum seperti sereal.

Sarapan dengan sereal atau produk berbasis gandum memang menjadi pilihan bagi banyak orang karena selain praktis, sarapan ini juga cukup bergizi.

Sayangnya, baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ada kandungan pembasmi gulma atau rumput liar yang dikenal dengan Roundup di beberapa makanan berbasis gandum tersebut.

The Environmental Working Group (EWG) menerbitkan temuannya yang mengklaim beberapa sereal gandum, oatmeal, granola, dan snack batangan mengandung racun yang digunakan dalam produk pembunuh gulma seperti dilansir di menshealth.

Glisofat, yang merupakan herbisida ini dikaitkan dengan menyebabkan kanker oleh para ilmuwan negara bagian California.

Kandungan ini terdeteksi di hampir semua sampel yang disediakan, atau 43 sampel dari 45 sampel yang digunakan.

Produk yang memiliki kandungan glisofat adalah Back to Nature Classic Granola, Giant Instant Oatmeal rasa original, Quaker Dinosaur Eggs with Brown Sugar Instant oatmeal dan Quaker Steel Cut Oats, dan beberapa nama lainnya.

Tingkat herbisida yang ditemukan di hampir tiga perempat dari sampel tersebut lebih tinggi dari apa yang ilmuwan EWG anggap aman untuk dikonsumsi anak-anak.

Sekitar sepertiga dari 16 sampel dengan gandum yang tumbuh secara organik mengandung kadar glifosat jauh di bawah tolak ukur kesehatan EWG.

EWG melaporkan bahwa tingkat glisofat tertinggi yang terdeteksi dalam makanan berbasis oat adalah 1.000 ppb yang terdeteksi dalam dua sampel dari Oats Quaker Old-Fashioned. Tiga sampel Cheerios memiliki kadar glifosat mulai dari 470 ppb hingga 530 ppb.

baca juga

Padahal, kata EWG, tingkat yang dianggap aman untuk dikonsumsi adalah 160 ppb.

Masih menurut EWG, mengkonsumsi 0,1 miligram glifosat per hari dianggap cukup untuk menimbulkan risiko kanker.

Dalam sebuah pernyataan, Quaker mengatakan, "Kami bangga berdiri dengan keamanan dan kualitas produk Quaker kami. Setiap tingkat glifosat yang mungkin ada, tetap berada jauh di bawah batas standar keselamatan yang ditetapkan oleh EPA dan Komisi Eropa sebagai aman untuk konsumsi manusia."

Ada baiknya Anda lebih teliti memilih produk sereal yang tidak mengandung racun pembasmi gulma, utamakan kesehatan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Kebiasaan Jorok Ini Berbahaya Buat Kesehatan Kamu Lho!

5 Kebiasaan Jorok Ini Berbahaya Buat Kesehatan Kamu Lho!

Lifestyle | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 13:00 WIB

Mengejutkan, KFC Kini Keluarkan Produk Fesyen

Mengejutkan, KFC Kini Keluarkan Produk Fesyen

Lifestyle | Rabu, 22 Agustus 2018 | 16:10 WIB

Temuan Terkini : Pindai Mata Untuk Deteksi Parkinson

Temuan Terkini : Pindai Mata Untuk Deteksi Parkinson

Health | Rabu, 22 Agustus 2018 | 15:00 WIB

Terkini

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×