Makan 3 Batang Cokelat dalam Sebulan Kurangi Risiko Gagal Jantung

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:00 WIB
Makan 3 Batang Cokelat dalam Sebulan Kurangi Risiko Gagal Jantung
Ilustrasi makan cokelat. (Shutterstock)

Suara.com - Kabar baik bagi Anda para penggemar cokelat, para ilmuwan baru saja mengklaim bahwa makan tiga batang cokelat setiap bulan dapat secara drastis mengurangi risiko gagal jantung hingga 23 persen.

Meski kita semua sering mengira, bahwa untuk untuk hidup sehat dan sejahtera, kita mungkin perlu menghilangkan kebiasaan mengonsumsi semua bentuk camilan manis. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada konferensi European Society of Cardiology di Munich mengatakan sebaliknya. 

Mereka menjelaskan bahwa moderasi, bukan deprivasi, adalah kunci dalam mencegah masalah jantung di kemudian hari. 

Untuk melihat hal tersebut, tim peneliti menilai lebih dari setengah juta orang dewasa atau 575.852 individu untuk menentukan apakah konsumsi cokelat bisa berdampak pada kesehatan jantung. Mereka melakukan penelitian ini dengan memeriksa lima studi terpisah untuk penelitian mereka.

Dr. Chayakrit Krittanawong, residen di Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York dan peneliti utama studi ini, menjelaskan bagaimana flavonoid yang ditemukan dalam cokelat dapat bermanfaat bagi kesehatan seseorang.

"Saya percaya bahwa coklat adalah sumber makanan penting dengan kandungan flavonoid yang berhubungan dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan kolesterol baik," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa mengonsumsi flavonoid dapat meningkatkan kadar nitrit oksida yang ditemukan di dalam tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan aliran darah dan meningkatkan sirkulasi.

"Namun, cokelat mungkin memiliki tingkat lemak jenuh yang tinggi. Karenanya, saya menekankan, konsumsi cokelat yang baik untuk kesehatan adalah cokelat hitam," ujar dia.

Meski cokelat memiliki dampak positif, sebaliknya, jika Anda mengonsumsi cokelat terlalu banyak, hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal jantung sebesar 17 persen. Itulah mengapa penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Meski begitu, mereka menyatakan butuh penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara asupan cokelat dan risiko gagal jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tren Mukbang yang Membahayakan Kesehatan

Tren Mukbang yang Membahayakan Kesehatan

Health | Selasa, 21 Agustus 2018 | 20:30 WIB

10 Etika Makan dan Minum Paling Unik di Dunia

10 Etika Makan dan Minum Paling Unik di Dunia

Lifestyle | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 17:15 WIB

Benarkah Cokelat Bisa Timbulkan Efek Bahagia?

Benarkah Cokelat Bisa Timbulkan Efek Bahagia?

Health | Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:47 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB