Sebelum Memijat bayi, Perhatikan Hal Penting Ini

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 09 September 2018 | 14:13 WIB
Sebelum Memijat bayi, Perhatikan Hal Penting Ini
Kementerian Kesehatan menggelar pijat bayi massal di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (7/11).

Suara.com - Pijat bayi menjadi salah satu kegiatan penting yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya.

Tak hanya itu, pijat bayi juga bisa menciptakan ikatan yang kuat antara orangtua dan anak jika rutin dilakukan. Meski memiliki banyak manfaat, Tia Pratignyo, pendiri komunitas Nujuhbulan Studio mengungkap, hal yang perlu diperhatikan saat pijat bayi adalah, kegiatan ini harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman.

"Tujuannya kan setelah pijat, bayi diharapkan menjadi rileks, tidak rewel. Tapi, lihat dulu suasana hati ibunya. Bayi sangat peka terhadap energi yang dimiliki ibunya. Kalau ibunya lagi nhgak tidak dalam suasana hati yang baik, rungsing, kesal, bayinya pasti akan ikut merasakan. Jadi sebaiknya lepasin dulu stres ibunya ke luar," ungkap dia beberapa waktu lalu pada suara.com.

Lebih lanjut Tia menambahkan, pijat bayi boleh dilakukan sedini mungkim setelah tali pusar puput.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat pijat bayi tidak boleh dilakukan, yakni saat bayi demam, memiliki luka terbuka dan kelainan jantung.

"Syarat lainnya, bayi tidak dalam keadaan ngantuk, tidak lapar dan lakukan 30 menit setelah menyusu. Langkah pertama jangan lupa cuci tangan dan melepas perhiasan atau aksesoris ibu, seperti cincin, gelang atau jam tangan," jelasnya.

Setelah siap, gosokkan minyak pijat di kedua tangan ibu, agar telapak tangan ibu terasa hangat dan tempelkan ke bagian tubuh bayi, seperti kaki, tangan atau perut. Dan, jangan lupa untuk mengajaknya berkomunikasi. Seperti, memberi tahu bahwa saat ini tubuhnya akan dipijat.

Dia melanjutkan, ibu bisa melakukan gerakan penekanan yang tegas namun lembut. Beberapa gerakan akupresur, putaran, zig zag dan gerakan berbentuk huruf I-L-U bisa digunakan untuk pijat bayi, dengan masing-masing gerakan sebanyak tiga kali pada setiap bagian tubuh bayi.

"Sebaiknya, lakukan teknik pijat nya dari bawah ke atas, atau dari kaki, perut dan dada, tangan. Lalu bagian belakang bayi, baru kemudia ke wajah, karena 80 persen bayi tidak suka kalau wajahnya dipijat. Jadi sebaiknya wajah di bagian akhir agar tidak merusak suasana hatinya," tutup dia.

Jadi lakukan pijatan bayi seperti di atas, kegiatan penting ini dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salah Penanganan Bisa Bahaya, Ini Cara Merawat Kulit Bayi

Salah Penanganan Bisa Bahaya, Ini Cara Merawat Kulit Bayi

Health | Kamis, 06 September 2018 | 08:51 WIB

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Health | Senin, 03 September 2018 | 12:00 WIB

Kaya Probiotik, Feses Bayi Bakal Dijadikan Suplemen

Kaya Probiotik, Feses Bayi Bakal Dijadikan Suplemen

Health | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 09:15 WIB

Terkini

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB