6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok

M. Reza Sulaiman

Rabu, 12 September 2018 | 17:15 WIB
6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok
Pengungsi gempa Lombok rentan mengalami penyakit infeksi. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Pengungsi gempa lombok yang tinggal di kamp pengungsian wajib mewaspadai munculnya penyakit yang rentan menyerang korban bencana alam.

Tercemarnya akses air bersih, penyimpanan makanan yang tak higienis, serta padatnya penduduk di kamp pengungsian membut risiko penyakit mengintai para pengungsi gempa Lombok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut setidaknya ada 6 penyakit yang mengintai para pengungsi korban bencana alam, termasuk pengungsi gempa Lombok. Apa saja?

1. Diare

Tercemarnya sumber air bersih rentan membuat pengungsi gempa lombok mengalami diare. Penyakit ini bisa ditularkan oleh bakteri dan virus yang hidup di air, antara lain norovirus, Salmonella, dan V. cholerae.

Gejala utama diare adalah sakit perut, buang air terus menerus, yang biasanya diikuti demam. Dalam tahap lanjut, penyakit diare juga bisa mematikan karena pasien mengalami dehidrasi akut dan kekurangan nutrisi.

2. Hepatitis

Hepatitis A dan E rentan menyerang pengungsi gempa lombok yang sumber airnya tercemar kotoran manusia. Penyakit hepatitis biasanya membuat tubuh menguning, yang diiringi dengan mual muntah, demam, dan juga perasaan lemas.

Dengan penanganan tepat, penyakit hepatitis tidak akan menghilangkan nyawa. Hanya saja, ibu hamil dan anak-anak patut berhati-hati karena bisa mengalami komplikasi lanjutan.

3. Leptospirosis

Leptospirosis atau yang biasa disebut penyakit kencing tikus adalah salah satu penyakit lainnya yang mengintai pengungsi gempa Lombok.

Kencing tikus yang mencemari sumber air bersih bisa menginfeksi manusia hanya dengan kontak atau terpapar di makanan. Penyakit ini rentan menimbulkan korban jiwa pada anak-anak dan lansia yang daya tahan tubuhnya lebih rendah.

Sejumlah warga beristirahat dekat rumahnya yang roboh pascagempa di Dusun Labuan Pandan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Kondisi pengungsi gempa Lombok di Dusun Labuan Pandan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

4. Meningitis

Bakteri Neisseria meningitidis bisa menyerang orang-orang dalam jumlah banyak yang berkumpul di satu tempat, seperti pengungsi gempa Lombok.

Demam, lemas, nyeri kepala, hingga perasaan lesu mengintai orang yang terinfeksi penyakit ini. Penyakit ini bisa mematikan jika bakteri meningitis menjalar ke bagian lain tubuh seperti paru-paru, otak, dan darah.

5. ISPA

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada pengungsi gempa Lombok. Penyakit ini berbahaya terutama jika menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Berkumpulnya banyak orang di tempat yang sempit, rendahnya asupan nutrisi, dan paparan asap dari memasak yang dilakukan dengan api adalah faktor risiko ISPA yang harus diperhatikan.

6. Malaria dan DBD

Penyakit bersumber nyamuk seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) juga rentan menyerang pengungsi gempa Lombok. Hal ini dikarenakan kurang terawatnya tempat penampungan air bersih yang bisa jadi tempat nyamuk bertelur.

Malaria dan DBD bisa jadi mematikan di kamp pengungsian, mengingat terbatasnya obat, sarana dan fasilitas kesehatan, serta tenaga kesehatan yang bisa merawat pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, MUI: Dermawan, Bantu Gempa Lombok

Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, MUI: Dermawan, Bantu Gempa Lombok

News | Selasa, 11 September 2018 | 09:14 WIB

Gempa Kembali Guncang Lombok, Skala 5,3 SR

Gempa Kembali Guncang Lombok, Skala 5,3 SR

News | Selasa, 11 September 2018 | 08:09 WIB

Pemerintah Berdayakan Masyarakat Bangun Rumah Rusak di Lombok

Pemerintah Berdayakan Masyarakat Bangun Rumah Rusak di Lombok

Bisnis | Senin, 10 September 2018 | 16:35 WIB

Sisihkan Bonus Asian Games, Jojo Ingin Bangun Masjid di Lombok

Sisihkan Bonus Asian Games, Jojo Ingin Bangun Masjid di Lombok

Sport | Kamis, 06 September 2018 | 20:08 WIB

Berkunjung ke Lombok, Prabowo Ajak Anak dan Mantan Istri

Berkunjung ke Lombok, Prabowo Ajak Anak dan Mantan Istri

News | Rabu, 05 September 2018 | 16:53 WIB

Tanggap Darurat Gempa Lombok Selesai, Tinggal Pemulihan BTS

Tanggap Darurat Gempa Lombok Selesai, Tinggal Pemulihan BTS

News | Selasa, 04 September 2018 | 17:00 WIB

Terkini

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

×