Makan Otak Tupai, Pria 61 Tahun Kena Penyakit Sapi Gila

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:58 WIB
Makan Otak Tupai, Pria 61 Tahun Kena Penyakit Sapi Gila
Makan otak tupai, seorang pria terserang penyakit sapit gila. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria berusia 61 tahun asal New York, Amerika Serikat, meninggal karena penyakit sapi gila. Keluarga menyebut kepribadian pria tersebut berubah setelah mengonsumsi otak tupai.

Pria yang tak disebutkan namanya itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kesulitan mengingat, tak bisa membedakan realita, dan kesulitan berjalan. Pemeriksaan dokter menunjukkan ia positif mengidap penyakit sakit gila, penyakit infeksi yang biasanya ditularkan dari daging sapi.

"Namun keluarga menyebut korban senang berburu, dan baru-baru ini mengonsumsi tupai, termasuk otaknya, sebelum menunjukkan gejala penyakit," ujar dr Tara Chen dari Rochester Regional Health, dikutip dari Daily Mail.

Penyakit sapi gila, disebut juga Creutzfeldt-Jakob disease (CJD) merupakan penyakit otak langka, yang disebabkan oleh konsumsi daging dari binatang yang sudah terinfeksi sebelumnya.

Gejala penyakit sapi gila mirip dengan gangguan jiwa, antara lain depresi, cemas, sulit mengingat, perubahan kepribadian, kemampuan berpikir menurun, dan juga sulit bicara, bergerak dan menelan.

Gejala-gejala penyakit sapi gila bisa terjadi dalam waktu cepat hingga beberapa bulan. Dalam tahap lanjut, pengidap sapi gila rentan mengalami koma sebelum akhirnya meninggal dunia karena berbagai sebab.

Penyakit sapi gila hanya bisa diketahui secara pasti dengan memeriksa jaringan otak pasien setelah meninggal. Meski begitu, tes protein otak juga bisa menunjukkan apakah seseorang dicurigai mengidap penyakit sapi gila atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sering Begadang Berisiko Alami Konsentrasi Otak Menurun

Sering Begadang Berisiko Alami Konsentrasi Otak Menurun

Health | Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:47 WIB

Sering Lupa Hendak Melakukan Sesuatu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sering Lupa Hendak Melakukan Sesuatu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Health | Selasa, 09 Oktober 2018 | 20:00 WIB

Priscilla My Beautiful Fighter Angkat Kisah Pengidap Kanker Otak

Priscilla My Beautiful Fighter Angkat Kisah Pengidap Kanker Otak

Lifestyle | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:58 WIB

Wajib Baca : Gaya Bahasa Bilingual ala Anak Jaksel Banyak Manfaat

Wajib Baca : Gaya Bahasa Bilingual ala Anak Jaksel Banyak Manfaat

Tekno | Rabu, 12 September 2018 | 15:15 WIB

Ilmuwan Temukan Sel Otak yang Picu Keberanian

Ilmuwan Temukan Sel Otak yang Picu Keberanian

Tekno | Minggu, 09 September 2018 | 21:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB