Viral ! Orangtua Memarahi Anak Paksa Belajar, Psikolog Buka Suara

Ade Indra Kusuma

Senin, 05 November 2018 | 09:12 WIB
Viral ! Orangtua Memarahi Anak Paksa Belajar, Psikolog Buka Suara
Video viral anak yang tak suka dimarahi orangtua [Instagram @newstijen]

Suara.com - Sebuah video orangtua memarahi anak dan memaksanya belajar sedang viral. Video yang diunggah akun @newstijen ini sontak menjadi sorotan netizen.

Apalagi video tersebut tak hanya mempertontonkan orangtua yang memarahi anak, tetapi juga memperlihatkan sederet foto berisi curhatan anak-anak yang kesal, dan hal-hal yang tidak disukainya, seperti melihat orangtuanya bertengkar, ayahnya memukul saat ia nakal, hingga nenek yang membanding-bandingkan dengan anak-anak lain.

" Sedih.... Melihat seorang anak yang di paksa oleh ibunya untuk belajar.... Buat kalian semua terutama orang tua ....kalian harus tahu ini, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu (Ali Bin Abi Thalib )," tulisnya dalam caption.

Postingan pertama diawali dengan sebuah video. Video pertama memperlihatkan balita yang tengah belajar berhitung dan direkam oleh sang bunda. Video ini banyak dikomentari netizen lantaran cara sang ibu yang langsung berteriak marah saat anak tampak salah dalam berhitung.

Dari bahasanya, video ini dinilai terjadi di India. Anak itu tengah belajar berhitung dalam bahasa Inggris. "One, two, three, four," ucap sang anak. Namun, sang ibu tiba-tiba berteriak, dan sang anak langsung menangis akibat dimarahi lantaran salah berhitung.

Postingan selanjutnya banyak tulisan yang merupakan curhatan dari sang anak yang bikin kita miris.

Curahan hati anak yang tak suka dimarahi orangtuanya [ig @newstijen]
Curahan hati anak yang tak suka dimarahi orangtuanya [ig @newstijen]

Netizen pun tampak sedih dan mengambil pelajaran dari postingan tersebut.

"Klo kyk gini caranya..yg ad anak malah stress.. ntar ny malah takut klo mau belajar,,krn d marahin n d bentak2,, ngajarin anak seusia itu harus dgn cara yg menyenangkan,,jdi anak jg minat wat belajar," seru netizen.

"Dulu aku seperti itu , yah broken home ,semoga aku nanti bisa jadi ayah yang baik dan mengerti dengan anak anak ku nanti ," seru akun lain.

baca juga

Namun ada juga netizen yang membela tindakan tegas orangtua yang marah kepada anak kalau salah.

"Menurut sya anak kalo gk diajarin dri skrg gk di kerasin ntr lembek nnti jd kek kids jmn now generasi micin. Tingkah e pecicilan. Dewasa sblum umur. Bagus nih mak nye biar gk manja anaknya ntr..," pungkas netizen lain.

Lalu bagaimana menurut psikolog? Menghukum anak dengan marah-marah, mengeluarkan kata-kata makian atau kekerasan verbal lainnya, tidak hanya membuat psikologis anak terganggu, namun juga memengaruhi kecerdasannya lho!

Psikolog Klinis, dra. A. Kasandra Putranto mengatakan kekerasan verbal dapat mengganggu proses mielinisasi. Mielinisasi sendiri merupakan proses pelapisan lemak pada ujung saraf di mana hal ini memengaruhi penyampaian pesan dari saraf ke otak. Proses ini dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga usia dua tahun.

"Anak yang sering kena marah, dan kerap mendapat kekerasan verbal baik sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, itu mielin-nya lebih sedikit. Ketika mielin berkurang maka proses penyampaian pesan dari saraf ke otak terjadi lebih lambat, anak jadi sulit menyerap pelajaran," ujar Kasandra beberapa waktu lalu.

Kasandra menambahkan, jika anak sering kena marah, dan tumbuh dengan lingkungan yang kerap memberi kekerasan verbal dibiarkan, maka Ia akan mengalami kesulitan dalam berpikir dan bersosialisasi di usia sekolah. Untuk itu diperlukan intervensi psikologis agar efek negatif dari terganggunya proses mielinisasi bisa diminimalisir.

"Harus diintervensi. Setiap anak berbeda intervensinya. Jadi, kalau datang ke psikolog kita akan nilai ini anak kurangnya di mana, baru kita perbaiki di bagian itu," terangnya panjang lebar.

Itulah dampaknya bagi kesehatan anak bila orangtua sering memarahinya. Tuh Bunda, masih tega memarahi anak?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waduh, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Ngopi di Kedai Kopi Ini!

Waduh, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Ngopi di Kedai Kopi Ini!

Health | Minggu, 04 November 2018 | 16:03 WIB

Sederhana Kok, Ini Kebiasaan Ibu Hamil yang Bikin Bayi Pintar

Sederhana Kok, Ini Kebiasaan Ibu Hamil yang Bikin Bayi Pintar

Health | Sabtu, 03 November 2018 | 19:30 WIB

Studi : Kebutuhan Aktivitas Fisik Anak Sekarang Tidak Tercukupi

Studi : Kebutuhan Aktivitas Fisik Anak Sekarang Tidak Tercukupi

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 22:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×