Array

Begini Cara Atasi Konflik Sesama Anak dalam Playdate

Rabu, 14 November 2018 | 20:30 WIB
Begini Cara Atasi Konflik Sesama Anak dalam Playdate
Ilustrasi anak-anak bermain (Shutterstock)

Suara.com - Playdate atau bermain bersama dengan anak, memang sangat mengasyikkan. Tapi faktanya, playdate juga kerap menimbulkan konflik atau masalah.

Menurut salah satu penulis buku ‘Bikin Playdate Sendiri’, Irna Nurul Fatimah, cara setiap anak menghadapi konfilik berbeda-beda, bukan hanya terbentuk dari cara berinteraksi sehari-hari di rumah, tetapi juga dari karakter bawaan mereka sejak lahir. 

“Contohnya anak saya, ada yang berjiwa sosial tinggi, ramah, dan mudah berteman. Ada juga yang cenderung pendiam dan keras kepala. Munculnya konflik juga sangat penting. Karena anak akan belajar tentang konsekuensi dari apa yang mereka atau temannya lalukan,” tulisnya.

Dipaparkan lebih lanjut, berikut beberapa permasalahan yang sering terjadi saat playdate dan cara menanganinya menurut Erna.

1. Tiba-tiba anak tidak mau bermain karena tidak familiar dengan suasana baru. Jika masalah ini terjadi, sebaiknya dampingi anak saat akan memulai playdate dan memberikan pengertian. Berikan dia waktu untuk mengamati lingkungan sekitar.

2. Anak-anak tidak bisa berbagi. Kalau begini, batasi waktu bermain dan atur giliran untuk bergantian menggunakan mainan yang menjadi rebutan dan sambil terus memberikan pengertian.

3. Anak kerap tidak mau bersosialisasi. Maka jangan paksakan anak untuk berinterkasi apabila mereka belum siap. Bisa jadi saat itu anak berada dalam fase parallel play atau berdekatan. Berikan aktivitas pengalihan yang tidak membutuhkan banyak diskusi. Seperti melukis, sensory play, atau puzzle.

4. Tidak nyaman dengan suasana playdate juga bisa jadi alasan. Biarkan anak istirahat sejenak dan alihkan perhatian mereka dengan memberikan aktivitas yang dia sukai. Tawarkan makan dan ajak bercerita tentang apa yang dia rasakan, sambil mengajaknya bermain.

5. Anak bisa juga terlalu aktif. Monitor dan awasi interkasi anak. Jika perilaku sudah mulai menggangu, alihkan perhatian dengan memberikan kegiatan lain. Ikuti playdate bila anak sudah tenang.

Baca Juga: Begini Trik Indosat dalam Digital Transformation

6. Anak memukul atau dipukul bisa juga jadi masalah. Segera pisahkan anak dengan teman-temannya, kemudian ajak dia berkomunikasi. Jangan sesekali marahi anak di depan banyak orang. Beritahu bahwa apa yang dia lakukan salah dan ajak anak untuk minta maaf.

Jika anak dipukul, tidak perlu beraksi berlebihan karena hal ini pasti terjadi. Tanyakan pada anak mana yang sakit. Ajak anak berbicara dengan teman yang memukul dan lakukan mediasi singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI