Perut Buncit Tapi Sulit BAB, Waspadai Gejala Kanker Usus Besar

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 06 Desember 2018 | 18:46 WIB
Perut Buncit Tapi Sulit BAB, Waspadai Gejala Kanker Usus Besar

Suara.com - Bagi sebagian orang, perut buncit bukan suatu masalah. Mereka hanya menganggap bahwa perut buncit terjadi karena terlalu banyak makan tapi minim olahraga. Padahal, perut buncit bisa menjadi salah satu gejala dari kanker usus besar yang harus diwaspadai. Terlebih jika perut buncit disertai dengan kesulitan buang air besar.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B(K)BD dari Bethsaida Hospital, meski pada stadium awal tidak menunjukkan gejala khas, kanker usus besar biasanya ditandai dengan perubahan saat buang air besar dan perut yang membesar karena dipenuhi tumor.

"Pasien sering tidak aware karena tidak ada gejala khas, makanya penting sekali check up. Tapi pada beberapa kasus memang ada perubahan BAB, misalnya sulit BAB atau justru diare. Kotorannya kecil seperti pensil atau BAB-nya berdarah, lalu nyeri. Kalau sudah terlambat atau sudah menyumbat usus, biasanya perut buncit, muntah, dan berat badan menurun drastis," ujar dia dalam temu media di Bethsaida Hospital, Serpong, Kamis (6/12/2018).

Sama seperti jenis kanker lainnya yang berawal dari polip, kanker usus besar juga diawali dengan benjolan kecil. Beberapa faktor seperti genetik dan pola makan tidak sehat bisa membuat polip yang sebelumnya jinak berubah menjadi ganas. Seringkali pada stadium awal, kanker usus besar tidak menunjukkan gejala sehingga deteksi dini bisa menjadi langkah pencegahan.

Beberapa deteksi dini kanker usus besar, kata dr. Eko, antara lain pemeriksaan dubur, kolonoskopi. Jika dicurigai tumor ganas, maka pasien diwajibkan menjalani pemeriksaan biopsi untuk memastikan adanya sel kanker atau bukan. Ketika positif kanker, maka pasien harus menjalani CT scan untuk mengetahui stadiumnya.

"Pencegahan yang terbaik adalah deteksi dini meski tidak bergejala. Jadi pada orang sehat bisa saat 50 tahun skrining. Tapi jika ada riwayat keluarga yang terkena kanker, maka sebaiknya usia 40 tahun sudah skrining darah samar pada feses atau kolonoskopi setiap 10 tahun," tambah dia.

Sementara untuk pencegahannya sendiri, dr. Eko mengimbau masyarakat untuk menjalani hidup sehat dengan membatasi konsumsi daging merah, berhenti merokok, konsumsi sayur dan buah secara teratur, dan berolahraga secara rutin.

"Saat ini banyak terjadi di usia muda karena gaya hidup. Banyak junk food segala macam, zaman dulu nggak ada. Jadi sekarang semakin banyak karena lifestyle," tandas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kanker Usus Besar Dipicu Kebiasaan Konsumsi Makanan Berlemak

Kanker Usus Besar Dipicu Kebiasaan Konsumsi Makanan Berlemak

Health | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:14 WIB

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Health | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:15 WIB

Bikin Merinding, Perut Buncit Pria Ini Ternyata Bukan Lemak Biasa

Bikin Merinding, Perut Buncit Pria Ini Ternyata Bukan Lemak Biasa

Health | Minggu, 02 Desember 2018 | 20:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB