Viral Minum Kecap Asin untuk Bersihkan Usus, Ini Bahayanya

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 13 Desember 2018 | 09:35 WIB
Viral Minum Kecap Asin untuk Bersihkan Usus, Ini Bahayanya
Minum kecap asin satu liter, wanita ini kritis. (Shutterstock)

Suara.com - Viral di internet, seorang perempuan minum satu liter kecap asin, yang diklaim bermanfaat untuk membersihkan usus. Jangan ditiru ya, sebab dokter mengatakan hal tersebut bisa berbahaya.

Seperti yang dialami seorang perempuan berinisal CG, ia minum satu liter kecap asin setelah menonton tayangan Youtube bahwa hal ini dapat membersihkan ususnya. Alhasil setelah meminum seliter kecap asin, kondisi kesehatan perempuan berusia 39 tahun ini terus memburuk karena mengalami serangan jantung dan kerusakan saraf otak.

Dilansir Metro.co.uk, dalam saluran Youtubenya, Dr Bernard dari University of Illinois, mengatakan bahwa perempuan tersebut mengalami hipernatremia atau kadar natrium yang berlebihan dalam darah. Menurut dia, perempuan itu salah mengartikan maksud dari video yang dilihatnya tentang khasiat kecap asin.

"Perempuan itu salah mengartikan tentang natrium pada kecap. Yang benar, di mana pun natrium berada dalam tubuh, maka air akan mengalir ke arahnya dan racun dalam tubuh akan hanyut sebagau hasilnya. Tapi bukan berarti seseorang harus menenggak kecap dalam jumlah banyak," ujar dr Bernard.

Ia mengatakan, natrium di perut perempuan tersebut mulai menarik air dari otot dan organ tubuhnya sehingga membuatnya mengalami dehidrasi berat. Bahkan menurut dr Bernard ini adalah satu-satunya kasus yang dilaporkan dari seseorang yang mengonsumsi kecap begitu banyak sehingga menyebabkan kerusakan serius.

"Konten yang tersedia di internet, bagaimanapun, adalah video dari orang-orang yang menenggak botol kecap sebagai tantangan viral 'menyenangkan'. Dan saya ingatkan jangan mudah percaya dengan anjuran bahwa minum kecap dalam jumlah besar bisa menghilangkan racun dari dalam tubuh," tambah dia.

Menurut dia, kecap sangat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai bumbu. Hal ini juga diamini George Hamlyn-Williams, ahli gizi di The Hospital Group. Ia mengatakan kecap sangat tinggi garam yakni mengandung 12,9 g per 100ml. Itu sebabnya kecap harus dikonsumsi dalam jumlah secukupnya.

"Kita memang membutuhkan garam dalam makanan untuk membantu sel-sel tubuh berfungsi dengan baik. Namun, terlalu banyak garam dapat menyebabkan masalah seperti peningkatan tekanan darah dan retensi air yang pada akhirnya risiko stroke, penyakit ginjal dan serangan jantung meningkat," kata Williams.

Nah batasan untuk mengonsumsi kecap dalam satu hari adalah tiga sendok makan. Jadi jangan berlebihan ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bikin Ngakak, Begini Jadinya Kalau Mie Instan Jadi Model Rambut

Bikin Ngakak, Begini Jadinya Kalau Mie Instan Jadi Model Rambut

Lifestyle | Kamis, 13 Desember 2018 | 08:50 WIB

Kepolosan Bocah SD Ini Bikin Ngakak Warganet

Kepolosan Bocah SD Ini Bikin Ngakak Warganet

Tekno | Rabu, 12 Desember 2018 | 14:57 WIB

Bikin Ngakak, Begini Cuitan Warganet Bertagar #PedekateGagal

Bikin Ngakak, Begini Cuitan Warganet Bertagar #PedekateGagal

Tekno | Rabu, 12 Desember 2018 | 09:37 WIB

Polisi Cantik Ini Dapat Ultimatum dari Bosnya, Kenapa?

Polisi Cantik Ini Dapat Ultimatum dari Bosnya, Kenapa?

Lifestyle | Selasa, 11 Desember 2018 | 20:08 WIB

Bikin Menteri Susi Kesal, Ini Cuitan Kocak Warganet Tanyakan Soal Ikan

Bikin Menteri Susi Kesal, Ini Cuitan Kocak Warganet Tanyakan Soal Ikan

Tekno | Selasa, 11 Desember 2018 | 09:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB