Ini Bahayanya Kalau Malas Lepas Lensa Kontak Saat Tidur

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 21 Desember 2018 | 10:49 WIB
Ini Bahayanya Kalau Malas Lepas Lensa Kontak Saat Tidur
Ilustrasi lensa kontak. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda pernah tertidur pulas tanpa mencopot lensa kontak sebelumnya? Jika ya, jangan coba-coba untuk mengulanginya. Kebiasaan menggunakan lensa kontak saat tidur dapat memicu beragam infeksi yang bisa berujung pada kebutaan.

"Ini seperti memakai kantong plastik di atas kepala saat tidur. Bisa menghambat pertukaran oksigen ke mata," ujar dr Rebecca Taylor, M.D., seorang dokter mata di Nashville, Tennessee.

Rebecca menjelaskan, ketika Anda terjaga, kornea menerima oksigen melalui kontak langsung dengan udara di sekitarnya. Hal ini tidak berlaku ketika Anda tertidur pulas dengan lensa kontak menutupi kornea mata.

"Jadi setiap kali Anda menutup mata saat tidur, pasokan oksigen berkurang karena kelopak mata bertindak sebagai penghalang. Tetapi ketika Anda tertidur tanpa melepas lensa kontak, hal ini dapat menjadi penghalang tambahan," ujar Rebecca seperti dilansir dari Medical Daily.

Tanpa oksigen yang cukup, kornea cenderung mengalami pembengkakan dan dapat berakhir dengan retakan kecil di permukaan. Hal ini meningkatkan risiko infeksi bakteri yang mungkin menyelinap melalui celah tersebut dan dapat berujung pada infeksi. Ada banyak faktor risiko yang mendukung kondisi ini, seperti seberapa sering Anda tertidur dengan lensa kontak hingga durasi tidur yang Anda penuhi.

Tak hanya itu, Rebecca menambahkan, penggunaan lensa kontak semalam suntuk terkadang dapat membuat Anda 6,5 kali lebih berisiko menderita keratitis, yang merupakan peradangan kornea. Dalam kasus yang kurang parah, hal ini biasanya dapat disembuhkan dengan tidak memakai lensa kontak sementara waktu.

"Tetapi jika infeksi berkembang, hal itu bisa menyebabkan ulkus kornea. Risiko yang paling buruk bisa menyebabkan kebutaan," kata Andrea Thau, O.D., di New York.

Namun jika tidak sengaja tertidur dengan lensa kontak, maka Anda tidak perlu panik. Waspadai kemungkinan gejala infeksi lainnya seperti mata merah, berair, dan muncul cairan berlebih yang menunjukkan Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Meskipun ada lensa kontak yang disetujui FDA yang dapat dipakai untuk waktu lama, para ahli menyarankan untuk sebisa mungkin meminimalkan penggunaannya.

"Setidaknya diganti sekali seminggu, untuk mengurangi kemungkinan infeksi kornea," kata dokter mata Andre Horn memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Unik, Gilang Balita yang Sudah 20 Hari Belum Bangun dari Tidur

Kasus Unik, Gilang Balita yang Sudah 20 Hari Belum Bangun dari Tidur

News | Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:30 WIB

Tangan Bengkak Saat Bangun Tidur, Kok Bisa?

Tangan Bengkak Saat Bangun Tidur, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:00 WIB

Insomnia dan Susah Tidur? Setel Saja Musik Klasik

Insomnia dan Susah Tidur? Setel Saja Musik Klasik

Health | Senin, 19 November 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB