Sweeping Anak Demi Kejar Cakupan Imunisasi Difteri di Banyuwangi

M. Reza Sulaiman

Minggu, 23 Desember 2018 | 09:05 WIB
Sweeping Anak Demi Kejar Cakupan Imunisasi Difteri di Banyuwangi
Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018). (Suara.com/M. Reza Sulaiman)

Suara.com - UNICEF bersama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri tahap 3 pada bulan Desember 2018. Kali ini, pemberian ORI difteri dilakukan dengan sweeping di pasar dan pusat perbelanjaan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, M.Kes, mengatakan sejatinya, Banyuwangi merupakan kabupaten dengan tingkat cakupan imunisasi dasar lengkap tertinggi di Jawa Timur, yang mencapai 100 persen.

Hanya saja, dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Jawa Timur pada awal tahun 2018, maka ORI difteri pun dilakukan secara tiga tahap, dengan tahap terakhir dilakukan pada bulan ini.

"Tahun kemarin itu ada 1 kasus difteri di sini, tapi ternyata kasus luar, jadi orang Jember datang berkunjung namun kami dapat deteksi dan obati. Tahun ini tidak ada, dengan ada beberapa suspect yang setelah diperiksa hasilnya negatif," tutur Rio, panggilan akrabnya, Sabtu (22/12/2018).

Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018)
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, M.Kes memberi arahan sebelum sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018) (Suara.com/M. Reza Sulaiman)

Data terbaru dari Dinkes Banyuwangi menyebut sudah 95,86 persen populasi anak-anak usia 1 sampai 19 tahun yang mendapatkan imunisasi ORI difteri. Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, sweeping bersama pun dilakukan.

Sweeping yang dilakukan Dinkes Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya dilakukan di dua tempat, yakni pusat perbelanjaan Roxy dan Pasar Sri Tanjung.

Para volunteer dari FKM Unair melakukan sweeping dan memberikan edukasi singkat soal ORI difteri kepada para orang tua yang membawa anak. Target imunisasi difteri sendiri diberikan kepada anak usia 0 sampai dengan 19 tahun.

Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018)
Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018) (Suara.com/M. Reza Sulaiman)

Di lokasi sweeping, Child Survival and Development (CSD) Specialist UNICEF Dr. Armunanto M.Ph menjelaskan, langkah yang dilakukan Pemkab Banyuwangi dengan melakukan sweeping anak-anak yang belum terpapar imunisasi lengkap difteri, merupakan suatu langkah maju.

Mereka menyisir dan mencari anak-anak yang sebelumnya tidak terdata atau sedang berhalangan ketika giat imunisasi dilakukan, untuk kemudian dilakukan imunisasi di tempat.

baca juga

“Harapannya, mereka tidak ada lagi yang sampai terlepas dan lolos. Semua anak berkesempatan untuk ikut imunisasi,” ucap Armunanto.

Dr. Susy Katikana Sebayang, M.Sc, dosen sekaligus koordinator tim volunteer dari FKM Unair, mengatakan sweeping ditargetkan untuk menjangkau populasi yang mungkin tidak tercakup saat program imunisasi nasional berlangsung.

Populasi anak jalanan, anak dalam lapas, dan penduduk yang sering berpindah merupakan target utama sweeping ORI difteri tahap 3. Untuk ORI difteri, volunteer yang berasal dari mahasiswa juga dimaksudkan untuk lebih menjangkau kalangan remaja.

"Kalau bayi dan balita kan masih bisa disuruh orang tuanya. Kadang yang remaja ini yang lepas. Makanya dengan volunteer dari kalangan sebaya, diharapkan bisa mengurangi rasa takut dan mau melakukan ORI difteri," tuturnya.

Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018)
Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018) (Dok. Unicef)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi

WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 08:05 WIB

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Health | Jum'at, 30 November 2018 | 20:15 WIB

Merpati Airlines Masih Punya Aset Meski Mati Suri, Ini Daftarnya

Merpati Airlines Masih Punya Aset Meski Mati Suri, Ini Daftarnya

Bisnis | Jum'at, 16 November 2018 | 20:58 WIB

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Health | Rabu, 14 November 2018 | 11:58 WIB

Geger Laskar Pemburu Perempuan Hamil di Banyuwangi

Geger Laskar Pemburu Perempuan Hamil di Banyuwangi

News | Kamis, 08 November 2018 | 17:22 WIB

Terkini

Bebas Jerawat! 4 Micellar Water PHA Angkat Kotoran dan Eksfoliasi Ringan

Bebas Jerawat! 4 Micellar Water PHA Angkat Kotoran dan Eksfoliasi Ringan

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim

Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Otomotif | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:47 WIB

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:40 WIB

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×