Ini Hebatnya Masker N95 yang Direkomendasikan Dokter Menangkal Abu Vulkanik

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 28 Desember 2018 | 19:30 WIB
Ini Hebatnya Masker N95 yang Direkomendasikan Dokter Menangkal Abu Vulkanik
Masker N95 [shutterstock]

Suara.com - Masker udara tipe N95 disebut menjadi pilihan terbaik untuk melindungi diri dari partikel abu vulkanik gunung Anak Krakatau.

Mengutip Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), masker N95 adalah alat pelindung pernafasan yang dirancang untuk mencapai kesesuaian wajah dengan penyaringan partikel udara yang sangat efisien.

Penunjukan 'N95' berarti bahwa ketika dilakukan pengujian yang cermat, masker ini memblokir setidaknya 95 persen partikel uji yang sangat kecil (0,3 mikron). Jika dipasang dengan benar, kemampuan filtrasi respirator N95 melebihi kemampuan masker wajah pada umumnya. Meski begitu, masker N95 yang dipasang dengan benar-pun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko virus berbahaya atau kematian.

Dokter Flora Ekasari, spesialis Paru dan Pernapasan RSAU Halim Jakarta mengimbau untuk tetap waspada kepada masyarakat akan aktivitas hujan abu, dan merekomendasikan masker N95 untuk digunakan.

"Abu Vulkanik bersifat iritasi baik bagi paru, mata maupun kulit. Bahkan bisa menyebabkan kematian dan bersifat bahan karsinogenik (penyebab kanker). Menangani abu vulkanik pastikan kita terlindung dengan masker baiknya masker N95, kacamata khusus dan baju lengan panjang. Intinya agar tidak terhirup dan cepat jatuh ketanah. Masker perhatikan jangan sampai lembab karena bisa menyebabkan pertumbuhan kuman atau bercampur cairan asam," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/12/2018).

Mengapa harus masker N95? "Lebih bisa menyaring debu berpartikel kecil saja sih, itu utamanya," lanjut dokter Flora.

Sebagian besar masker N95 diproduksi untuk digunakan dalam konstruksi dan pekerjaan jenis industri lainnya yang membuat para pekerja terkena debu dan partikel-partikel kecil. Dalam tampilannya, produk-produk ini diberi label "Untuk penggunaan dalam pekerjaan".

Meski demikian, Anda tetap harus waspada menggunakan masker N95. Sebab, penggunaan masker N95 yang terlalu lama bisa menyebabkan sesak napas karena akan memperketat daerah pernapasan.

Fakta menarik lainnya adalah masker ini hanya digunakan sekali, tidak boleh digunakan untuk muka yang memiliki rambut wajah (brewok, jenggot) hingga anak-anak, karena dudukan masker memang dirancang ketat dan pas dengan kontur wajah, sehingga jika digunakan dengan lelaki brewok N95 disebut tidak memberikan perlindungan penuh.

baca juga

Sebelum menggunakannya, pastikan cuci tangan terlebih dahulu baru memegang masker.

Itulah kehebatan masker N95 yang direkomendasikan dokter menangkal hujan abu vulkanik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata Dokter Akan Bahaya Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau

Ini Kata Dokter Akan Bahaya Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau

Health | Jum'at, 28 Desember 2018 | 17:10 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Begini Cara Memakai Masker yang Benar

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Begini Cara Memakai Masker yang Benar

Health | Jum'at, 28 Desember 2018 | 08:15 WIB

Menhub: Bandara Soekarno-Hatta Belum Terganggu Abu Vulkanik Krakatau

Menhub: Bandara Soekarno-Hatta Belum Terganggu Abu Vulkanik Krakatau

News | Jum'at, 28 Desember 2018 | 00:10 WIB

Terkini

Alasan Suzuki Menolak Mentah-Mentah Rencana Kehadiran Jimny Versi Listrik

Alasan Suzuki Menolak Mentah-Mentah Rencana Kehadiran Jimny Versi Listrik

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 18:09 WIB

516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!

516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!

Jatim | Rabu, 02 September 2026 | 18:09 WIB

Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu

Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 18:05 WIB

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

Ada Aktor Intelektual Kerusuhan Jakarta? Polisi Cium Aroma Mobilisasi Terorganisir

News | Rabu, 02 September 2026 | 18:00 WIB

Dari Lemari Pengap Menuju Kebebasan: Membaca The War That Saved My Life

Dari Lemari Pengap Menuju Kebebasan: Membaca The War That Saved My Life

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 18:00 WIB

Rumor Panas! Persija Rogoh Kocek Rp10 Miliar Demi Rekrut Striker Timnas Kroasia

Rumor Panas! Persija Rogoh Kocek Rp10 Miliar Demi Rekrut Striker Timnas Kroasia

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 17:59 WIB

Kemenag Buka Suara Soal Ratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Kemenag Buka Suara Soal Ratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 6 Solo Keracunan Massal, MBG di Almamater Jokowi Dihentikan!

Ratusan Siswa SMAN 6 Solo Keracunan Massal, MBG di Almamater Jokowi Dihentikan!

Surakarta | Rabu, 02 September 2026 | 17:49 WIB

Resmi, Budi Arie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Tuduhan Makar

Resmi, Budi Arie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Tuduhan Makar

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:45 WIB

Sidang Smart Board Chromebook Ungkap Proyek Rp21,21 Miliar Muara Enim Diduga Sudah Diatur

Sidang Smart Board Chromebook Ungkap Proyek Rp21,21 Miliar Muara Enim Diduga Sudah Diatur

Sumsel | Rabu, 02 September 2026 | 17:43 WIB

×