Keringat Berlebih, Ini 8 Kemungkinan Penyebabnya

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Keringat Berlebih, Ini 8 Kemungkinan Penyebabnya
Ilustrasi keringat. (Shutterstock)

Berkeringat merupakan hal yang normal, tapi keringat berlebih bisa jadi pertanda ada yang tak beres.

Suara.com - Meski berkeringat adalah hal yang umum, tapi jika keringat yang keluar berlebihan, bahkan saat Anda berada di ruangan ber-AC atau sedang berada di suhu rendah, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Melissa Kanchanapoomi Levin, M.D., seorang ahli kulit yang tinggal di New York City dan pendiri Entière Dermatology, memberikan penjelasan dan kemungkinan jawaban dari kondisi yang sangat mengganggu ini, seperti dilansir dari laman Men's Health.

1. Anda mengalami hiperhidrosis
Berkeringat saat berada di kamar yang dingin? Anda mungkin mengalami hiperhidrosis, gangguan keringat berlebih . "Orang dengan hiperhidrosis akan berkeringat tanpa perlu mendinginkan tubuh,” kata Kanchanapoomi Levin.

Hiperhidrosis kadang-kadang terjadi karena faktor keturunan dalam keluarga, atau menandakan adanya masalah mendasar (infeksi, masalah jantung, tiroid yang terlalu aktif, bahkan kanker) yang mungkin juga disebabkan oleh saraf yang terlalu aktif.

Jika Anda mengalami kondisi ini, beralihlah dari deodoran ke antiperspiran. Dokter juga mungkin akan mempertimbangkan obat-obatan lain atau bahkan pembedahan.

2. Tiroid Anda terlalu aktif
Jika Anda tidak tahan dengan panas dan langsung berkeringat, Anda mungkin memiliki tiroid yang terlalu aktif, misalnya hipertiroidisme. "Salah satu gejala hipertiroidisme yang paling umum adalah intoleransi panas," kata Jonathan Arend, M.D., seorang internis di Rumah Sakit Mount Sinai di New York.

"Tingkat hormon tiroid yang tinggi membuat peningkatan produksi energi, suhu tubuh yang lebih tinggi, dan banyak keringat," tambah David Weissman, M.D., seorang dokter perawatan primer yang berpraktik melalui aplikasi telehealth LiveHealth Online.

Tanda-tanda lain dari tiroid yang terlalu aktif adalah denyut jantung yang cepat, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi, dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Tapi berita baiknya, hipertiroidisme mudah didiagnosis dan diobati.

3. Anda sangat aktif atau sedang berolahraga
Keringat bisa menjadi tanda puncak kebugaran. "Orang-orang yang lebih bugar cenderung mulai berkeringat lebih cepat saat ia berolahraga karena mereka telah beradaptasi agar lebih efisien dalam mempertahankan suhu tubuh yang lebih rendah saat berolahraga," jelas Weissman.

Lelaki yang kelebihan berat badan memiliki lebih banyak isolasi, yang berarti mereka membuat lebih banyak panas dan mungkin lebih banyak berkeringat saat olahraga, kata Weissman.

4. Anda sedang demam
Panas, berkeringat, memerah, dan tubuh terasa tidak nyaman? Keluarkan termometer! Jika suhu Anda lebih tinggi dari 38 derajat Celcius, itu artinya Anda mengalami demam, yang berarti tubuh Anda sedang mencoba memasang pertahanan terhadap apa pun yang menyebabkan penyakit Anda (kemungkinan virus atau bakteri).

5. Faktor obat-obatan
Obat-obatan umum seperti dekongestan oral (pseudoefedrin dan fenilefrin), obat-obatan disfungsi ereksi (Viagra dan Cialis), dan beberapa antidepresan dapat memiliki satu efek samping yang sama, yaitu keringat berlebih.

Itu tidak berarti Anda harus berhenti mengonsumsi obat. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda untuk melihat apakah ada opsi lain yang tidak akan membuat Anda berkeringat.

6. Anda mungkin menderita hipoglikemia
Jika Anda menderita diabetes dan merasa gelisah, pusing, dan berkeringat, Anda mungkin mengalami hipoglikemia, atau penurunan kadar gula darah. Saat tubuh Anda mencoba mengatasi tekanan dari situasi ini, kelenjar keringat Anda menjadi overreaktif, membuat Anda lebih banyak berkeringat, bahkan saat cuaca sedang tidak panas.

Dalam jangka pendek, tablet glukosa atau minum jus buah dapat membantu meningkatkan kadar gula darah. Tetapi hipoglikemia diabetes yang tidak diobati dapat memicu kejang dan bahkan menyebabkan kehilangan kesadaran.

7. Anda sedang cemas
Keringat berlebih sebelum kencan pertama atau wawancara penting bisa menjadi respons tubuh Anda terhadap stres dan kecemasan. "Peningkatan kecemasan menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan, yang pada akhirnya meningkatkan suhu tubuh. Saat tubuh memanas, secara otomatis kamu akan lebih banyak berkeringat," jelasnya. Teknik pengurangan stres sederhana, seperti meditasi dan yoga, dapat meredakan kecemasan, kata Weissman.

8. Pertanda kanker
Berkeringat di malam hari, seringkali penyebabnya karena cemas, stres, dan masalah tidur. Tetapi dalam kasus yang jarang, bisa menjadi tanda kanker seperti limfoma, leukemia, ginjal, dan kanker tiroid. Sama seperti tubuh Anda memanas ketika melawan infeksi, sistem kekebalan tubuh Anda berupaya untuk mengatasi ancaman lain termasuk kanker. Jika Anda mengalami keringat di malam hari, rutin terjadi, dan dibarengi dengan gejala lain (penurunan berat badan atau demam yang tidak dapat dijelaskan), segera buat janji dengan dokter.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS