Dokter Sebut Tak Semua Kasus Patah Tulang Harus Dioperasi, Kenapa?

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Senin, 21 Januari 2019 | 17:48 WIB
Dokter Sebut Tak Semua Kasus Patah Tulang Harus Dioperasi, Kenapa?
Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter Sebut Tak Semua Kasus Patah Tulang Harus Dioperasi.

Ada alasan khusus mengapa masyarakat Indonesia masih takut memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kasus patah tulang. Hal ini terjadi karena mereka khawatir harus menjalani operasi yang menakutkan.

Disampaikan dr. Phedy, Sp.OT(K) anggota Sports, Shoulders & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, sebenarnya kasus patah tulang tak selalu harus berakhir di meja operasi. Menurut dia, tulang merupakan organ tubuh yang unik karena mampu meregenerasi dengan sendirinya.

"Jadi tulang yang patah itu bisa nyambung sendirinya tanpa operasi. Peran operasi hanya memposisikannya pada posisi yang bagus sehingga tumbuhnya sempurna dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik," ujar dr Phedy dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Senin (21/1/2019).

Tim dokter di Sports, Shoulders & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyebut tak semua kasus patah tulang harus operasi. (Suara.com/Firsta Nodia)
Tim dokter di Sports, Shoulders & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyebut tak semua kasus patah tulang harus operasi. (Suara.com/Firsta Nodia)

Itu sebabnya kata dia masyarakat banyak yang percaya khasiat dari dukun patah tulang yang dapat menyembuhkan kondisi ini. Padahal sebenarnya tulang memperbaiki diri dengan sendirinya bahkan tanpa bantuan dukun patah tulang.

"Ke dukun patah tulang bisa sembuh itu karena memang bisa dengan sendirinya tapi apakah posisinya benar? Kalau melengkung, pasien jalan jadi pincang. Tujuan operasi itu memperbaiki posisinya," imbuh dia.

Dr Phedy mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya tidak perlu takut untuk memeriksakan ke dokter tulang jika mengalami keluhan pada tulang. Menurut dia 80-90 persen kasus orthopedi tidak perlu diselesaikan dengan operasi.

"Sekitar 90 persen kasus saraf kejepit diselesaikan tanpa operasi. Bisa dengan obat-obatan selama 6-12 minggu atau bisa juga kita lakukan suntikan. Operasi kita lakukan di akhir yakni saat emergensi misalnya ketika keluhannya sudah disertai gangguan buang air kecil, buang air besar. Jadi jangan takut konsultasikan ke dokter orthopedi," tandas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Begini Cara Tim Medis Cegah Pendarahan Internal Selama Operasi

Ternyata Begini Cara Tim Medis Cegah Pendarahan Internal Selama Operasi

Health | Sabtu, 19 Januari 2019 | 07:10 WIB

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Health | Kamis, 17 Januari 2019 | 21:00 WIB

Mulanya Dikira Tumor, Ternyata Lintah Hidup di Tenggorokan Wanita Ini

Mulanya Dikira Tumor, Ternyata Lintah Hidup di Tenggorokan Wanita Ini

Health | Senin, 14 Januari 2019 | 13:56 WIB

Terkini

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:21 WIB

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:15 WIB

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:13 WIB

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:04 WIB

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:02 WIB

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

×