Pengobatan Personal Akan Jadi Tren Terbaru dalam Tata Laksana Kanker

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 02 Februari 2019 | 13:27 WIB
Pengobatan Personal Akan Jadi Tren Terbaru dalam Tata Laksana Kanker
Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Meski memliki penyakit yang sama, kondisi setiap pasien berbeda-beda. Itu sebabnya, pengobatan terhadap penyakitnya pun tidak bisa disamakan. Hal ini juga berlaku pada kanker.

Dalam beberapa tahun terakhir, personalized medicine atau pengobatan personal menjadi tren dalam tata laksana kanker. Disampaikan Caroline Riady, selaku CEO Siloam Hospitals Group, pada pengobatan personal ini, jenis tata laksana yang akan diterima pasien akan diuji terlebih dahulu lewat laboratorium. Harapannya, pasien akan mendapat upaya pengobatan terbaik yang lebih efektif.

"Opsi untuk pengobatan kanker kan ada beberapa, bisa operasi, kemoterapi, radioterapi. Nah, mana yang terbaik untuk pasien A? Apakah harus coba semuanya dulu baru tahu, kan tidak. Jadi memang ada pengujian terlebih dulu untuk menentukan metode apa yang terbaik untuk pasien tersebut dan mutasi sel kankernya seperti apa," ujar dia di sela-sela aksi Hair for Hope di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Caroline menambahkan, di pusat layanan Kanker Siloam, yakni MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, terdapat layanan Molecular Diagnostic. Lewat pemeriksaan ini, bisa diketahui jenis mutasi sel kanker yang diderita pasien dan menentukan jenis pengobatan yang paling efektif untuk jenis kanker tersebut.

"Pengobatan personal ini tidak sama semuanya. Ada pasien yang dikemoterapi berhasil, ada juga yang tidak berhasil. Dengan pemeriksaan Molecular Diagnostic, bisa ditentukan pengobatan yang lebih tajam dan efektif disesuaikan dengan tipe sel kankernya, jenis kelamin, dan usianya," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Harijanto Solaeman, MM, dari Siloam Hospitals TB Simatupang mengatakan bahwa tak semua kanker menunjukkan gejala pada stadium dini. Umumnya jenis kanker yang baru bergejala ketika stadium lanjut adalah kanker paru dan pankreas. Untuk itu, pemeriksaan ataupun deteksi dini merupakan cara terbaik untuk pencegahan dan juga menemukan penyakit lebih awal.

"Penyebab kanker itu dari gen dan lingkungan. Sekarang makanan banyak yang dibakar atau yang mengandung karbon, minuman manis juga banyak. Itu pemicu dari lingkungan. Jadi memang edukasi pencegahan kanker itu bagaimana kita bisa melakukan pola hidup sehat mulai dari sekarang," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Hair for Hope, Sumbangkan Rambut untuk Penderita Kanker

Aksi Hair for Hope, Sumbangkan Rambut untuk Penderita Kanker

Lifestyle | Sabtu, 02 Februari 2019 | 12:37 WIB

Ilmuwan Israel Klaim Temukan Pengobatan Kanker dalam Waktu Cepat

Ilmuwan Israel Klaim Temukan Pengobatan Kanker dalam Waktu Cepat

Health | Jum'at, 01 Februari 2019 | 13:12 WIB

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:46 WIB

Terkini

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

×