Salah Pilih Teman Ternyata Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi, Kok Bisa?

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 07 Februari 2019 | 15:20 WIB
Salah Pilih Teman Ternyata Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi, Kok Bisa?
Pilih teman yang baik ternyata baik bagi perkembangan otak bayi anak. (Dok Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa memiliki lingkaran pertemanan yang saling mendukung, tidak hanya baik untuk ibu, tapi juga untuk otak anak.

Para peneliti menemukan bahwa ketika ibu memiliki lingkaran pertemanan yang mendukung, anak mereka memiliki skor tes kognitif dengan lebih baik. Jadi memilih teman dengan kondisi yang lebih berpengalaman soal ibu dan bayi sangat penting.

Rata-rata, para ibu melaporkan memiliki tiga hingga empat orang di lingkaran sosial mereka yang dapat mereka andalkan. Sebaliknya, ketika ibu memiliki lebih sedikit teman untuk diandalkan, anak mereka memiliki skor tes kognitif yang lebih rendah.

"Di luar konteks keluarga, ibu dengan lingkaran sosial yang lebih besar mungkin dapat memanfaatkan sumber daya tersebut untuk meringankan beban yang terkait dengan pengasuhan anak," katabrekan penulis studi Kaja LeWinntold.

Menurut LeWinn, orang-orang di lingkaran sosial kita tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga dukungan nyata, seperti membantu menjaga anak, berbagi tentang cara mengasuh atau memberi tahu kita tentang penitipan anak terbaru yang lebih baik.

"Sumber daya ini dapat mengurangi stres orangtua dan meningkatkan kesehatan mental ibu, yang keduanya secara positif terkait dengan perkembangan kognitif anak," kata LeWinn dikutip dari Mother.ly.

Ketika ibu didukung, bayi memiliki kemampuan yang lebih baik. Itu fakta. Tapi, melalui penelitian ini pula, kita bisa tahu bahwa menjadi seorang ibu juga bisa merasa benar-benar kesepian.

Karenanya, untuk mengatasi rasa kesepian tersebut, peneliti menyarankan agar ibu milenial bisa mulai membuka diri, untuk bergabung bersama grup atau komunitas ibu yang kemungkinan memiliki kesamaan dengan Anda.

Grup atau komunitas tersebut juga bisa Anda temui di online, seperti melalui media sosial Facebook atau Instagram untuk bisa menjadi bagian dari sistem pendukung Anda.

Untuk mengatasi kesepian Anda juga bisa melakukan berbagai hal yang Anda senangi atau lakukan dalam waktu yang sama setiap harinya. Misalnya ikut ke kelas berenang bayi, pergi ke perpustakaan, atau bermain ke taman pada waktu-waktu yang sama.

Jadi dari beberapa perkumpulan dan kegiatan Anda bisa mendapatkan koneksi atau teman yang bisa mendukung dan sharing cukup baik untuk perkembangan otak anak .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Karakter Anak yang Lahir di Tahun Babi Tanah 2019

Ini Karakter Anak yang Lahir di Tahun Babi Tanah 2019

Health | Kamis, 07 Februari 2019 | 11:50 WIB

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Health | Kamis, 07 Februari 2019 | 12:10 WIB

Cari Uang Gini Amat, Lempar Bayi di Jalan Demi Bisa Traveling Terus

Cari Uang Gini Amat, Lempar Bayi di Jalan Demi Bisa Traveling Terus

Lifestyle | Rabu, 06 Februari 2019 | 17:35 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB