WHO: Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia karena Campak di Madagaskar

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 19 Februari 2019 | 11:20 WIB
WHO: Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia karena Campak di Madagaskar
Hampir 1.000 anak meninggal karena campak di Madagaskar. (shutterstock)

Suara.com - WHO: Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia karena Campak di Madagaskar

Wabah campak yang melanda dunia mengakibatkan tewasnya hampir 1.000 anak dan remaja di Madagaskar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan upaya imunisasi campak tak boleh lagi diremehkan dan ditunda.

Laporan terbaru menyebut 922 anak dan remaja meninggal karena campak di Madagaskar sejak Oktober 2018. Saat ini, total kasus campak yang terjadi di Madagaskar mencapai lebih dari 66.000 kasus.

Dikutip dari Reuters, Madagaskar merupakan salah satu negara miskin di Afrika, dengan cakupan imunisasi yang rendah. Pada tahun 2017, hanya 58 persen populasinya yang mendapatkan vaksinasi campak.

Dr. Katrina Kretsinger, pakar imunisasi WHO mengatakan rendahnya angka cakupan imunisasi juga disebabkan karena lengahnya pengawasan akibat wabah campak yang terakhir terjadi pada tahun 2003.

Saat ini, respons darurat sudah berhasil mengimunisasi 2,2 juta dari total 26 juta populasi di Madagaskar.

ilustrasi anak-anak malnutrisi dan gizi buruk karena kelaparan. (Shutterstock)
Malnutrisi membuat risiko komplikasi dan kematian akibat campak meningkat. (Shutterstock)

"Kami percaya bahwa wabah ini bisa ditangani meski membutuhkan waktu yang lama," ujar Kretsinger.

Di sisi lain, kemiskinan dan malnutrisi jadi penghambat program imunisasi campak di Madagaskar. Madagaskar merupakan negara Afrika dengan tingkat malnutrisi tertinggi, mencapai 47 persen.

Kondisi ini menyebabkan risiko komplikasi dan kematian akibat campak meningkat drastis.

Campak sendiri merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular. Campak bisa menyebabkan kematian, ataupun komplikasi berbahaya lainnya seperti kebutaan, pembengkakan otak, pelemahan sistem imun, hingga pneumonia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setiap Hari, 50 Perempuan Indonesia Meninggal Akibat Kanker Serviks

Setiap Hari, 50 Perempuan Indonesia Meninggal Akibat Kanker Serviks

Health | Kamis, 14 Februari 2019 | 09:45 WIB

WHO: Tingkat Kejadian Campak Meningkat Tiga Kali Lipat di Eropa

WHO: Tingkat Kejadian Campak Meningkat Tiga Kali Lipat di Eropa

Health | Senin, 11 Februari 2019 | 19:22 WIB

Waspada Campak, New South Wales Keluarkan 9 Peringatan di Tahun 2019

Waspada Campak, New South Wales Keluarkan 9 Peringatan di Tahun 2019

Health | Minggu, 10 Februari 2019 | 17:52 WIB

Puluhan Anak-anak Tewas di Kamp Suriah Akibat Cuaca Ekstrem

Puluhan Anak-anak Tewas di Kamp Suriah Akibat Cuaca Ekstrem

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 09:22 WIB

Washington Darurat Wabah Campak, Ini Penyebabnya!

Washington Darurat Wabah Campak, Ini Penyebabnya!

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 13:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB