Hukuman Fisik Tidak Efektif Mendisiplinkan Anak

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Senin, 25 Februari 2019 | 15:43 WIB
Hukuman Fisik Tidak Efektif Mendisiplinkan Anak
Ilustrasi menghukum anak. (Shutterstock)

Suara.com - Hukuman fisik, seperti memukul, bukan cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak. Hal ini sesuai dengan rekomendasi American Psychological Association (APA) dan American Academy of Pediatrics (AAP) yang menyatakan bahwa cara kekerasan tidak efektif untuk mendisiplinkan anak dalam jangka panjang.

Penggunaan hukuman fisik pada anak-anak telah dilakukan secara turun temurun di Amerika Serikat selama 50 tahun terakhir, demikian dikatakan Presiden APA, Rosie Phillips Davis, dalam rilisnya ke media.

"Kami berharap resolusi ini akan membuat lebih banyak orangtua dan pengasuh menyadari bahwa ada bentuk lain untuk mendisiplinkan anak yang lebih efektif, dan bahkan lebih mungkin menghasilkan perilaku yang ingin mereka lihat pada anak-anak mereka," tulisnya.

Pada bulan November tahun lalu, AAP sebenarnya telah mengeluarkan pernyataan kebijakan yang memberitahu orangtua bahwa strategi mendisiplinkan anak tidak harus melibatkan pukulan, atau bentuk lain dari hukuman fisik, atau mempermalukannya secara verbal.

Pernyataan AAP ini mendorong orangtua untuk tidak memukul saat mengajarkan anak mereka tentang kedisplinan.

"Strategi pendisiplinan yang merugikan, termasuk semua bentuk hukuman fisik, berteriak, atau mempermalukan anak-anak, mungkin efektif dalam jangka pendek, namun tidak efektif dalam jangka panjang," demikian pernyataan AAP, mengutip beberapa penelitian yang menghubungkan hukuman fisik dengan hasil negatif untuk anak-anak.

Berbagai studi tentang dampak hukuman fisik telah membuktikan betapa anak-anak tidak mendapat manfaat dari hukuman fisik ini.

Bahkan, satu studi menemukan bahwa anak-anak akan melanjutkan perilaku yang sama setelah mereka dihukum, hanya dalam 10 menit setelah ia mengalami pukulan. Sementara hasil studi lainnya mengaitkan hukuman fisik yang keras skor IQ yang lebih rendah.

Peneliti juga menemukan bahwa memukul anak-anak membuat orangtua menciptakan siklus negatif dalam hubungan mereka.

baca juga

Semua penelitian menunjukkan hasil yang bertentangan dengan apa yang orang tua inginkan ketika mencoba mendisiplinkan anak-anak mereka.

Tapi kini, para ahli melihat generasi orangtua saat ini lebih kecil kemungkinannya untuk memukul daripada generasi sebelumnya, dan berharap tren penguatan dan empati positif terus berlanjut.

Mereka juga melihat bahwa banyak orangtua saat ini lebih jarang menggunakan kekuatan fisik, kata-kata yang mempermalukan, dan penghinaan pada anak-anak mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mangkir dari Panggilan Wajib Militer, Pemain Fulham Ini Terancam Dibui

Mangkir dari Panggilan Wajib Militer, Pemain Fulham Ini Terancam Dibui

Bola | Rabu, 20 Februari 2019 | 12:58 WIB

Memukul Pantat Anak, Ahli Peringatkan Risiko Gangguan Mental

Memukul Pantat Anak, Ahli Peringatkan Risiko Gangguan Mental

Health | Selasa, 13 November 2018 | 10:45 WIB

Daripada Menghukum, Yuk Lakukan Ini pada Anak!

Daripada Menghukum, Yuk Lakukan Ini pada Anak!

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2016 | 17:35 WIB

Terkini

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:28 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:25 WIB

×