Memukul Pantat Anak, Ahli Peringatkan Risiko Gangguan Mental

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 13 November 2018 | 10:45 WIB
Memukul Pantat Anak, Ahli Peringatkan Risiko Gangguan Mental
Ilustrasi memukul pantat anak. (Shutterstock)

Suara.com - Di seluruh dunia, hukuman fisik selama ini dianggap sebagai cara terbaik untuk mendisiplinkan anak. Beragam hukuman fisik yang kerap diberikan orangtua antara lain menjewer kuping, mencubit, hingga memukul pantat anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa memukul tidak hanya gagal dalam membuat anak jadi disiplin, tapi justru membuatnya lebih agresif dan berani melawan orangtua ketika dewasa.

"Tidak ada gunanya memukul. Kami tahu bahwa anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan pengasuhan yang positif bisa memiliki kedisiplinan juga," ujar Dr. Robert Sege dari Tufts Medical Center di Boston.

Ketika mengintervensi anak-anak yang terluka secara fisik karena hukuman yang diterimanya, Robert dan tim juga menemukan risiko peningkatan gangguan mental di antara anak-anak tersebut. Bahkan, ia percaya bahwa orangtua yang sering menggunakan hukuman fisik dalam mengasuh anak-anaknya juga memiliki gangguan mental.

Tak hanya pada orangtua yang sudah berusia lanjut, Robert menemukan bahwa perilaku memukul pantat anak juga sering terjadi pada orangtua dengan tingkat pendapatan dan pendidikan yang lebih rendah.

"Kami pikir ada pergeseran generasi di mana orangtua saat ini jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memukul anak-anak mereka daripada orangtua mereka dulu," tambah Robert.

Dibandingkan memukul anak atau menggunakan hukuman fisik lainnya, Robert lebih merekomendasikan orangtua untuk menerapkan pola asuh positif sehingga anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang positif pula.

Selain menghindari pemberian hukuman fisik, para ahli juga mengingatkan agar orangtua juga tidak menggunakan hukuman verbal seperti mengeluarkan kata-kata sumpah serapah atau mempermalukan anak di depan umum. Cara ini hanya merusak hubungan antara orangtua dan anak, tak hanya saat kecil tapi berdampak selamanya.

"Kami sangat menyarankan orangtua untuk membangun hubungan yang positif, mendukung, dan penuh cinta dengan anak mereka. Tanpa dasar ini, anak Anda tidak memiliki alasan selain ketakutan untuk menunjukkan perilaku yang baik," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif

Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif

Health | Rabu, 07 November 2018 | 07:00 WIB

Memukul Perburuk Masalah Perilaku pada Anak

Memukul Perburuk Masalah Perilaku pada Anak

Health | Senin, 20 November 2017 | 21:31 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB