Kisah Pilu Ibu di Australia yang Ingin Anaknya Disuntik Mati Jadi Viral

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Senin, 25 Februari 2019 | 18:36 WIB
Kisah Pilu Ibu di Australia yang Ingin Anaknya Disuntik Mati Jadi Viral
Ilustrasi suntik mati [shutterstock]

Suara.com - Kisah Pilu Ibu di Australia yang Ingin Anaknya Disuntik Mati Jadi Viral.

Seorang ibu mengajukan permohonan yang memilukan kepada pemerintah Australia, ia meminta agar putranya dapat melakukan proses eutanasia di Austarlia dan tak perlu jauh-jauh pergi ke Swis.

Eutanasia sendiri merupakan tindakan sengaja untuk mengakhiri hidup dengan cara yang relatif cepat dan tanpa rasa sakit, untuk alasan kemanusiaan.

Mangutip Newscom.au, sang ibu yang bernama Barbra Thornton, mendesak para politisi Australia untuk melegalkan eutanasia di negaranya. Barbra ingin agar putranya Troy Thornton dapat mendapatkan eutanasia di Autralia, dekat dengan sanak keluarga.

Troy sendiri kini sudah meninggal dunia setelah mendapat suntikan mematikan di klinik euthanasia di Swis, beberapa waktu lalu.

Troy memiliki masalah pada sistem atrofi dan gangguan neurodegeneratif progresif yang membuatnya perlahan-lahan menjadi lumpuh.

Troy bahkan pernah mengatakan bahwa ia akan menjadi 'sayuran' karena penyakitnya.

"Pertama kamu tidak bisa berenang, lalu kamu tidak bisa berlari, berjalan, menendang kaki dengan anak-anakmu, kamu tidak bisa berselancar, mengemudi. Lalu kamu akhirnya menjadi sayuran," kata Troy saat masih hidup.

Sampai saat ini, tidak ada pengobatan yang tersedia untuk masalah yang diderita Troy dan tidak ada harapan bagi pasien seperti Troy untuk pulih.

baca juga

Di Australia sendiri, negara bagian Victoria menjadi lokasi pertama yang melegalkan eutanasia, meski begitu, Troy dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjalani proses tersebut.

Syarat utama untuk proses kematian sukarela di Victoria adalah bahwa penyakit pasien harus pada tahap terminal.

Sementara pada kasus Troy, keluarganya tidak dapat menemukan dua dokter yang bersedia mengatakan dengan pasti bahwa Troy akan meninggal dalam waktu 12 bulan ke depan.

Ini juga menjadi alasan mengapa Troy dan keluarga harus terbang ke Swiss, jauh dari teman-teman dan keluarganya, untuk mengakhiri penderitaan yang Troy derita.

"Pasti ada sesuatu yang bisa dilakukan tentang ini. Saya harap ini menjadi warisannya ... Saya akan bangga akan hal itu dan mudah-mudahan suatu hari nanti akan berlalu dan orang-orang tidak akan melakukan perjalanan jauh," kata ibunda Troy kepada media The Age.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Video Emak - emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

Detik-detik Video Emak - emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 13:25 WIB

Pakai Jeans Robek di Pantat, Bule di Bali Bikin Gagal Paham

Pakai Jeans Robek di Pantat, Bule di Bali Bikin Gagal Paham

Lifestyle | Sabtu, 23 Februari 2019 | 15:57 WIB

Berambisi Jadi Viral, Pria Ini Justru Kehilangan Nyawa

Berambisi Jadi Viral, Pria Ini Justru Kehilangan Nyawa

Lifestyle | Sabtu, 23 Februari 2019 | 11:39 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×