Beda Sauna vs Mandi Uap, Mana yang Lebih Baik Manfaatnya?

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 27 Februari 2019 | 15:55 WIB
Beda Sauna vs Mandi Uap, Mana yang Lebih Baik Manfaatnya?
Ilustrasi: Tempat spa dam sauna. (Shutterstock)

Suara.com - Ruang sauna dan ruang uap mungkin sama-sama memiliki manfaat kesehatan. Tetapi apa perbedaan antara keduanya dan bagaimana Anda bisa memilih yang terbaik untuk Anda?

Dr. Chiti Parikh, co-direktur program kesehatan dan kesejahteraan integratif di New York Presbyterian Weill Cornell Medical Center menjelaskan tentang keduanya.

Pertama, sauna disebut memiliki panas antara 180 dan 195 derajat Fahrenheit dengan kelembaban yang sangat rendah, dipanaskan oleh kayu, gas, listrik, atau teknologi inframerah (menggunakan cahaya untuk membuat panas). 

"Ini seperti Anda duduk di oven. Itu sebabnya orang sering menuangkan air di atas batu yang dipanaskan di ruang sauna, menghasilkan uap untuk sedikit kelembaban," katanya.

Manfaatnya menurut Dr. Parikh, seseorang dapat mengalami peningkatan sirkulasi darah dan kesehatan kardiovaskular. Dia juga mengutip penelitian yang menunjukkan orang yang secara teratur menggunakan sauna (setidaknya empat kali seminggu selama 20 menit) memiliki risiko serangan jantung, stroke, dan demensia yang jauh lebih rendah.

Duduk di sauna hampir seperti berjalan di atas treadmill secara teratur, kata Dr. Parikh. Karena panas, jantung Anda harus memompa lebih keras untuk mengedarkan darah Anda, yang berarti Anda mendapatkan beberapa manfaat kardio meskipun yang Anda lakukan hanyalah duduk.

Orang juga menggunakan sauna untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan (itulah sebabnya banyak orang memilih untuk mandi sauna setelah latihan keras) dan untuk mendapatkan lebih banyak energi, juga meningkatkan suasana hati mereka.

"Sedangkan ruang uap pada dasarnya, tidak sepanas sauna, dan jauh lebih lembab. Biasanya, ruang uap dipanaskan antara 100 dan 120 derajat Fahrenheit dan memiliki kelembaban hampir 100 persen," lanjut Dr. Parikh.

Tetapi meskipun secara teknis tidak panas, Anda mungkin akan merasakan panas lebih banyak di ruang uap daripada di sauna karena kelembapannya.

Ruang uap juga memiliki semua manfaat kesehatan (dan risiko) yang sama dengan sauna, karena efek panasnya sama, entah itu panas kering atau panas lembab, kata Dr. Parikh. Ini berarti Anda masih akan mendapatkan beberapa manfaat kardio, bersama dengan berkurangnya rasa sakit dan kekakuan.

Tapi jangan terlalu berharap pada ruang uap Anda bisa mendapatkan manfaat penurunan berat badan. Berat badan yang turun adalah berat air, Anda tahu, karena keringat dan itu berlaku untuk sauna dan ruang uap.

Namun, ada satu manfaat ekstra untuk ruang uap bagi siapa saja yang memiliki masalah pernapasan seperti asma atau alergi. 

"Obat-obatan untuk masalah pernapasan semacam ini bisa mengeringkan saluran pernapasan Anda. Uap akan melembabkan dan membuka paru-paru sedikit lagi dan melembabkan saluran pernapasan."

Jadi, mana yang harus Anda pilih? Sekali lagi, jika Anda memiliki masalah pernafasan, yang terbaik adalah tetap menggunakan ruang uap untuk menjaga agar saluran pernapasan Anda tetap terhidrasi (sauna mungkin akan membuatnya semakin mengering), menurut Dr. Parikh. Kalau tidak, itu semua tentang preferensi pribadi Anda.

Apa pun yang Anda pilih, Dr. Parikh menyarankan mulailah dari yang rendah dan lambat. Semakin rendah Anda duduk di sauna atau ruang uap (misalnya semakin dekat dengan lantai), semakin sedikit panas yang ditimbulkan karena panas naik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang dengan Kondisi Medis Ini Tak Boleh Asal saat Ikut Sauna

Orang dengan Kondisi Medis Ini Tak Boleh Asal saat Ikut Sauna

Lifestyle | Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:02 WIB

Kemenhan: Tak Ada Korban Jiwa di Kebakaran Ruang Sauna

Kemenhan: Tak Ada Korban Jiwa di Kebakaran Ruang Sauna

News | Jum'at, 16 November 2018 | 13:57 WIB

Mandi Sauna 20 Menit Efeknya Setara Olah Raga

Mandi Sauna 20 Menit Efeknya Setara Olah Raga

Health | Kamis, 13 September 2018 | 10:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB