Dua Obat Kanker Usus Tak Ditanggung BPJS, Ini Tanggapan RS Kanker Dharmais

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Rabu, 27 Februari 2019 | 19:47 WIB
Dua Obat Kanker Usus Tak Ditanggung BPJS, Ini Tanggapan RS Kanker Dharmais
Kanker usus besar (kolorektal). (Shutterstock)

Suara.com - Dua Obat Kanker Usus Tak Ditanggung BPJS, Ini Tanggapan RS Kanker Dharmais.

BPJS Kesehatan kembali mengundang tanda tanya publik usai menghapus dua obat kanker usus dari jaminan BPJS Kesehatan lewat keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional.

Dua obat kanker yang tak lagi ditanggung BPJS Kesehatan adalah bevasizumab dan cetuximab. Kedua obat ini merupakan terapi target yang selama ini digunakan pada pengobatan pasien kanker usus.

Menanggapi keputusan yang mulai berlaku pada Jumat (1/3/2019) mendatang, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD., Sp.THT KL (K), MARS. mengakui bahwa rumah sakit selaku penyelenggara pelayanan kesehatan akan kesulitan dalam melanjutkan pengobatan pada pasien kanker usus. Mau tak mau harus mencari obat pengganti yang khasiatnya setara dengan kedua jenis obat tersebut.

"Kita akan mencari obat pengganti yang sama, kalau BPJS Kesehatan tidak menanggung kita akan cari agar pasien bisa mendapatkan pengobatan terbaik," ujar Prof Kadir dalam temu media Hari Kanker Sedunia di RS Kanker Dharmais, Rabu (27/2/2019).

Prof Kadir menambahkan, dihapuskannya kedua obat kanker usus ini dari formularium nasional tak lain karena harganya yang sangat mahal. Ia mengatakan untuk proses pengobatan kanker usus selama enam bulan dengan kedua jenis obat tersebut bisa menghabiskan biaya hingga Rp 250 juta.

"Obatnya itu memang mahal sekali. Rp 250 juta untuk 6 bulan dan hanya obatnya saja," imbuh dia.

Tentu saja penghapusan kedua obat ini dari formularium nasional menuai kontra dari berbagai pihak mengingat kanker usus menempati urutan kedua dengan jumlah kasus kanker terbanyak pada laki-laki.

"Kanker usus itu urutan kedua terbanyak di RS Dharmais untuk pasien laki-laki. Pertama kanker paru, ketiga kanker nasofaring," tandas dia. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RSK Dharmais Kini Punya Ruang Perawatan Khusus Pasien Kanker Remaja

RSK Dharmais Kini Punya Ruang Perawatan Khusus Pasien Kanker Remaja

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 19:10 WIB

Sri Mulyani Ibaratkan Keakuratan Data Sebagai Barang Berharga

Sri Mulyani Ibaratkan Keakuratan Data Sebagai Barang Berharga

Bisnis | Senin, 25 Februari 2019 | 14:07 WIB

Presiden Jokowi Klaim Tak Pernah Telat Suntik Dana untuk BPJS Kesehatan

Presiden Jokowi Klaim Tak Pernah Telat Suntik Dana untuk BPJS Kesehatan

Bisnis | Selasa, 12 Februari 2019 | 14:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×