Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus

M. Reza Sulaiman | Yuliana Sere | Suara.com

Rabu, 27 Maret 2019 | 19:27 WIB
Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus
Kotoran menumpuk karena tidak BAB selama seminggu, lelaki jalani operasi pengangkatan usus. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus

Terganggunya frekuensi buang air besar (BAB) sehari saja, sakit perut yang dirasakan sudah bikin kewalahan. Apa jadinya jika tidak BAB selama seminggu?

Hal ini dialami oleh seorang lelaki asal Kaohsiung, Taiwan. Lelaki berusia 80 tahun yang tidak disebutkan namanya tersebut hampir mati karena penumpukan kotoran di usus, akibat tidak BAB selama seminggu.

Dikutip Himedik dari World of Buzz, para dokter melakukan beberapa tes pada dirinya untuk mengetahui masalahnya dan menemukan bahwa ususnya penuh dengan kotoran.

Hal ini menyebabkan dia menderita kolitis karena ususnya meradang dan dokter mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti sepsis atau peritonitis jika dia tidak datang ke rumah sakit.

Lelaki itu menjalani operasi dan dokter mengatakan mereka menemukan sebagian ususnya telah nekrotikan atau infeksi dan berubah menjadi hitam, yang berarti jaringan di sana telah mati.

Sakit perut karena sembelit alias tidak BAB selama seminggu. (Shutterstock)
Sakit perut karena sembelit alias tidak BAB selama seminggu. (Shutterstock)

Dokter bedah tidak punya pilihan selain mengangkat ususnya. Pria paruh baya itu pun harus dirawat di rumah sakit selama setengah bulan.

Dokter mengatakan ketika usus dalam kondisi sehat, mereka biasanya berwarna merah muda tetapi satu bagian dari usus pria itu telah menjadi hitam karena kotoran yang menumpuk selama seminggu.

Dokter menyarankan orang lain untuk tidak menganggap sembelit sebagai hal sepele karena itu bisa menjadi masalah serius.

Dokter juga menegaskan bahwa minum 2 liter air sehari dapat membantu meringankan sembelit. Selain itu, makan makanan yang seimbang dan tepat dengan makanan berserat tinggi sangat penting.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JIka Telan Peluit Seperti Asep Apa Bisa Keluar Lewat BAB? Ini Kata Peneliti

JIka Telan Peluit Seperti Asep Apa Bisa Keluar Lewat BAB? Ini Kata Peneliti

Health | Kamis, 20 Desember 2018 | 16:50 WIB

Ini Penyebab Keluar Keringat Dingin saat Menahan Buang Air Besar

Ini Penyebab Keluar Keringat Dingin saat Menahan Buang Air Besar

Health | Kamis, 20 Desember 2018 | 19:30 WIB

Sebenarnya: Kapankah Waktu Terbaik untuk Buang Air Besar ?

Sebenarnya: Kapankah Waktu Terbaik untuk Buang Air Besar ?

Health | Rabu, 28 November 2018 | 22:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB