Boleh Dicoba, Gunakan Cuka untuk Hilangkan Bau Tak Sedap di Ruangan

M. Reza Sulaiman, Yuliana Sere

Kamis, 28 Maret 2019 | 06:30 WIB
Boleh Dicoba, Gunakan Cuka untuk Hilangkan Bau Tak Sedap di Ruangan
Ruangan berbau tak sedap, hilangkan dengan cuka. (Shutterstock)

Suara.com - Boleh Dicoba, Gunakan Cuka untuk Hilangkan Bau Tak Sedap di Ruangan

Bukan cuma jadi bumbu pelengkap masakan, cuka juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap di ruangan Anda lho!

Meski belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan cuka bermanfaat sebagai pembersih udara, namun penggunaan uap cuka sebagai disinfektan sudah dilakukan di Eropa, dalam kasus wabah ternak di Montpellier, Prancis.

Dikutip Himedik dari NextShark, pada saat itu, Fakultas Kedokteran merekomendasikan pengasapan sapi menggunakan uap cuka.

Bahkan menurut Amanda Sims, seorang pelaku gaya hidup sehat, uap cuka sebaiknya digunakan sebagai pewangi. Ia sering mendidihkan cuka putih di atas kompor untuk menghilangkan aroma dapur yang kurang enak.

"Saya mencobanya setelah memasak sup dengan sosis di dalamnya. Baunya sebenarnya enak tetapi masih ada di dapur selama beberapa hari dan saya benar-benar berpikir cuka bisa membantu menghilangkan bau ruangan," ujar Amanda

"Ketika saya meninggalkan rumah, saya hanya mematikan kompor dan membiarkannya duduk, lalu pulang ke apartemen yang berbau, dan luar biasa, ruangannya tidak berbau lagi," katanya lagi.

Cuka sudah menjadi salah satu bahan pokok rumah tangga dan telah lama digunakan sebagai disinfektan yang efektif. Menurut cerita rakyat China, bahkan uap dari cuka bisa membunuh kuman di udara.

Sebuah studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam jurnal Infection Control dan Hospital Epidemiology menunjukkan cuka dapat menghilangkan Staphylococcus aureus yang menyebabkan berbagai penyakit, misalnya masalah kulit hingga penyakit yang mengancam jiwa.

baca juga
Cuka untuk membersihkan rumah. (Shutterstock)
Cuka untuk membersihkan rumah. (Shutterstock)

Kontak langsung dengan 10% kadar cuka juga dapat menonaktifkan influenza A, menurut sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE.

Studi lain pada 2014 yang diterbitkan dalam jurnal mBio mengungkapkan cuka dapat membunuh Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberculosis (TB) pada manusia.

Menurut para peneliti, patogen terbunuh setelah 30 menit paparan asam asetat 6%.

Bagaimana, mau mencoba menggunakan uap cuka untuk menghilangkan bau tidak sedap dari ruangan?

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mr P Berbau Tak Sedap, Ini Penyebabnya

Mr P Berbau Tak Sedap, Ini Penyebabnya

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 22:00 WIB

Bahaya Sering Tak Pakai Kaus Kaki, Bukan Cuma Bikin Bau Kaki Lho!

Bahaya Sering Tak Pakai Kaus Kaki, Bukan Cuma Bikin Bau Kaki Lho!

Health | Selasa, 05 Februari 2019 | 15:20 WIB

5 Kesalahan Pakai Deodoran, Ternyata Banyak yang Salah Nih!

5 Kesalahan Pakai Deodoran, Ternyata Banyak yang Salah Nih!

Lifestyle | Jum'at, 04 Januari 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×