Perempuan Lebih Rentan Alami Nyeri Lutut, Ini Alasannya

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 12 April 2019 | 19:45 WIB
Perempuan Lebih Rentan Alami Nyeri Lutut, Ini Alasannya
Ini alasan perempuan lebih gampang alami nyeri lutut. [shutterstock]

Suara.com - Perempuan Lebih Rentan Alami Nyeri Lutut, Ini Alasannya

Anggapan perempuan lebih gampang mengalami nyeri ada benarnya. Dibandingkan lelaki, perempuan lebih berisiko alami nyeri lutut.

dr Karina Besinga Sp.OT (K) dari Siloam Hospital Kebon Jeruk mengatakan perempuan lebih rentan nyeri lutut karena pengaruh hormon estrogen.

Seperti diketahui, seiring bertambahnya usia, jumlah estrogen di tubuh perempuan juga berkurang. Hal ini menyebabkan elastistas jaringan tubuh berkurang, tak hanya di kulit, namun juga jaringan tulang.

"Perempuan kenapa lebih rentan itu karena estrogen. Kalau kadar estrogen turun, elastisitas jaringan berkurang. Jadi kita bisa perhatikan kulit elastistas berkurang termasuk jaringan di bantalan tulang sehingga memicu nyeri di sendi-sendi tubuh termasuk lutut," ujar dr Karina dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jumat (12/4/2019).

Dr Karina menambahkan, nyeri lutut yang dialami kaum hawa pasca menopause merupakan salah satu gejala dari osteoartritis atau kondisi penipisan tulang rawan pada sendi.

Tulang rawan yang menipis akan menyebabkan tulang di dalam sendi saling bersentuhan, sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, kaku, dan sulit bergerak. Dalam bahasa yang lebih sederhana osteoartritis sering disebut dengan istilah pengapuran.

"Osteoartritis dapat terjadi di setiap sendi tubuh, namun sendi yang paling sering mengalami kondisi ini adalah sendi lutut. Bantalan tulang (meniscus) dan lapisan tulang rawan pada lutut yang robek bisa diperbaiki dengan tindakan artroskopi," imbuhnya.

baca juga

Ia menambahkan pengapuran atau osteoarthritis juga bisa dialami pada usia muda, terutama diawali dengan kejadian cedera seperti patah tulang di sendi lutut. Jika tidak dilakukan penanganan sesegera mungkin maka permukaan sendi akan berubah dan memicu bantalan aus sehingga menimbulkan rasa nyeri.

"Titik tempu berat badan akan berubah. Di satu sisi ada daerah tulang yang tekanan lebih tinggi sehingga daerah bantalan tulang akan gampang aus. Biasanya pengapuran di usia muda diawali dengan cedera," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Ciri Nyeri Ulu Hati Berbahaya yang Mengancam Saluran Pencernaan

Kenali Ciri Nyeri Ulu Hati Berbahaya yang Mengancam Saluran Pencernaan

Health | Sabtu, 30 Maret 2019 | 08:00 WIB

Risiko Kecanduan di Balik Penggunaan Obat Pereda Nyeri Saraf

Risiko Kecanduan di Balik Penggunaan Obat Pereda Nyeri Saraf

Health | Senin, 25 Maret 2019 | 07:05 WIB

Nyeri karena Patah Hati Mirip dengan Serangan Jantung? Ini Alasannya

Nyeri karena Patah Hati Mirip dengan Serangan Jantung? Ini Alasannya

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 16:29 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×