Studi: Cara Persalinan Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Pernapasan Bayi

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Minggu, 14 April 2019 | 16:01 WIB
Studi: Cara Persalinan Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Pernapasan Bayi
Ilustrasi usai melahirkan [shutterstock]

Suara.com - Studi: Cara Persalinan Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Pernapasan Bayi.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa cara persalinan mempengaruhi kesehatan bayi. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ECCMID 2019 mengungkap bahwa cara persalinan dapat berpengaruh pada perkembangan komposisi mikroba usus (mikrobiota usus) pada bayi.

Pada gilirannya, persalinan yang dipilih, ternyata dapat mempengaruhi kesehatan pernapasan bayi selama tahun pertama kehidupannya.

Mengutip Thehealthsite, Untuk sampai pada kesimpulan ini,  Microbiome Utrecht Infant Study meneliti 120 bayi, 46 bayi yang dilahirkan secara  caesar dan 74 bayi yang dilahirkan normal. 

Para peneliti menggunakan sampel tinja yang dikumpulkan sebanyak 10 kali selama tahun pertama kehidupan mereka. Pemberian antibiotik pada ibu yang menjalani bedah caesar juga ditunda sampai setelah penjepitan tali pusat dilakukan. Sampel tinja ibu juga diperiksa dua minggu setelah melahirkan.

Analisis menunjukkan bahwa komposisi mikrobiota usus pada bayi berbeda secara signifikan antara mereka yang dilahirkan lewat operasi caesar dan persalinan vagina pada tahun pertama kehidupan mereka, yang paling jelas terlihat saat mereka baru saja dilahirkan.

Hal ini disertai dengan penglihatan pada feses (transfer mikroba dari vagina ibu) dari ibu ke  bayi yang dilahirkan secara normal, tetapi tidak pada anak-anak yang dilahirkan caesar.

Ilustrasi bekas luka jahitan operasi caesar. (Shutterstock)
Ilustrasi bekas luka jahitan operasi caesar. (Shutterstock)

Pada bayi yang lahir dengan caesar, mikrobiota usus kurang stabil dan perkembangan dari spesies bakteri Bifidobacterium tertunda, jika dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan melalui vagina. 

Selain itu, bayi yang lahir dengan operasi caesar memiliki tingkat bakteri patogen usus yang jauh lebih tinggi, terlepas dari berapa lama mereka tinggal di rumah sakit setelah kelahiran, jenis makanan, dan penggunaan antibiotik ibu mereka. 

baca juga

Menariknya, para peneliti juga menemukan bahwa mikrobiota usus di awal kehidupan dikaitkan dengan jumlah total infeksi pernapasan selama tahun pertama.

Lebih dari 1000 jenis bakteri hidup di usus, di mana masing-masing dari mereka berperan penting untuk kesehatan, misalnya membantu mencerna makanan, merangsang pengembangan sistem kekebalan tubuh, dan melindungi dari infeksi. 

Setelah lahir, bayi akan 'dijajah' oleh keanekaragaman mikroba usus sampai keadaan yang relatif stabil tercapai. Langkah dan pola bayi memperoleh mikrobioma usus dianggap memiliki dampak besar pada kesehatan di kemudian hari. 

Gangguan perkembangan normal mikrobioma usus, selama ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit termasuk penyakit usus, asma, alergi dan kanker.

"Temuan kami menunjukkan bahwa cara persalinan mempengaruhi mikrobiota usus bayi yang sedang berkembang, terlepas dari penggunaan antibiotik oleh seorang ibu selama kelahiran. Dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan melalui normal, anak-anak yang dilahirkan oleh operasi caesar memiliki lintasan yang berbeda dari kolonisasi bakteri, yang dapat memiliki implikasi dan risiko lebih besar bagi kesehatan pernafasan mereka di masa depan," kata Marta Reyman, yang merupakan mahasiswa PhD dalam studi ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemeriksaan USG Jenis Kelamin Bayi Belum Akurat, Pasutri Bisa Tes DNA Lho

Pemeriksaan USG Jenis Kelamin Bayi Belum Akurat, Pasutri Bisa Tes DNA Lho

Health | Minggu, 14 April 2019 | 14:00 WIB

Upaya Kemenperin Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan Lewat AMMDes

Upaya Kemenperin Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan Lewat AMMDes

Bisnis | Jum'at, 12 April 2019 | 19:56 WIB

Kelainan Langka, Lidah Bayi 16 Bulan Ini Jadi Terlalu Besar

Kelainan Langka, Lidah Bayi 16 Bulan Ini Jadi Terlalu Besar

Health | Jum'at, 12 April 2019 | 16:28 WIB

Terkini

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×