Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Upaya Kemenperin Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan Lewat AMMDes

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 12 April 2019 | 19:56 WIB
Upaya Kemenperin Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan Lewat AMMDes
Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes). (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika mendorong penggunaan kendaraan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes).

Adapun salah satu tujuan Kemenperin mendorong penggunaan kendaraan AMMDes untuk mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan (Jamilah).

Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menjelaskan, daya jangkau AMMDes yang luas dan mampu melewati desa yang minim fasilitas dinilai mampu mengurangi tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Diketahui dari data World Health Organization (WHO) jumlah kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara.

"Teknologi yang ada di AMMDes sama dengan teknologi yang ada di kendaraan 4 WD (Wheel Drive). Sehingga memiliki kekuatan yang sangat cocok untuk menembus medan berat untuk menjemput ibu hamil untuk ke rumah sakit terdekat," ujar Putu Juli Ardika di Forum Wartawan Industri di Puncak, Bogor (12/4/2019).

Putu menuturkan, kendaraan AMMDes memiliki sistem keamanan yang sangat baik. Untuk pengereman saja sudah memiliki empat disc brake dan mampu menempuh kecepatan 55 Km/jam.

Selain itu dilengkapi teknologi engine power take off (PTO). Fitur tersebut cukup unik karena tidak mudah slip terhadap jalan tanah yang licin.

Putu mengklaim, untuk suku cadang yang dibuat didominasi dari pabrikan dalam negeri. Selain itu mesin AMMDes dinilai cukup tangguh untuk di medan yang berat dan minim infrastruktur.

Putu optimis dengan adanya kendaraan AMMDes ini cukup banyak digunakan baik di dinas kesehatan. Menurutnya, jumlah AMMDes bisa mencapai dua unit setiap desa sehingga ia memperkirakan akan ada 150 ribu unit yang akan digunakan.

"Untuk ambulan fider saja tidak cukup dua. Selain mengangkut pasien yang sedang hamil dan bisa dijadikan untuk penyuluhan kesehatan jadi banyak manfaatnya," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Manufaktur Tumbuh, Grand Kartech Siap Sasar Pasar Ekspor

Industri Manufaktur Tumbuh, Grand Kartech Siap Sasar Pasar Ekspor

Bisnis | Minggu, 07 April 2019 | 13:53 WIB

Tidak Sadar Hamil, Perempuan ini Melahirkan Tiba-tiba?

Tidak Sadar Hamil, Perempuan ini Melahirkan Tiba-tiba?

Lifestyle | Minggu, 07 April 2019 | 12:20 WIB

Usai Melahirkan, Momo Geisha Pamer Tubuh Langsing

Usai Melahirkan, Momo Geisha Pamer Tubuh Langsing

Entertainment | Selasa, 02 April 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:34 WIB

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:17 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB