Pemeriksaan USG Jenis Kelamin Bayi Belum Akurat, Pasutri Bisa Tes DNA Lho

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 14 April 2019 | 14:00 WIB
Pemeriksaan USG Jenis Kelamin Bayi Belum Akurat, Pasutri Bisa Tes DNA Lho
Temu pers tes DNA pasutri bisa tentukan jenis kelamin bayi. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Pemeriksaan USG Jenis Kelamin Bayi Belum Akurat, Pasutri Bisa Tes DNA Lho.

Pada usia kehamilan tertentu, umumnya pasangan tak sabar untuk mengungkap jenis kelamin bayi. Meski pemeriksaan USG bisa mendeteksi jenis kelamin bayi namun belum tentu akurat. 

Nah kabar baiknya kemajuan teknologi turut berperan dalam membantu mengidentifikasi jenis kelamin bayi lebih akurat. Disampaikan dr Dennis Jacobus, SpPK selaku Head of Diagnos Genomics, pemeriksaan DNA yang bisa dilakukan ibu hamil adalah Non Invasive Prenatal Testing (NIPT).

Ia mengatakan tes DNA ini bisa dilakukan lebih awal yakni sejak usia kehamilan 10 minggu. 

"Prosesnya sangat mirip dengan cek darah. Sampel darah ibu hamil kita periksa untuk di cek DNA bayi. Selain jenis kelamin bayi, kelainan bawaan juga bisa di cek lewat pemeriksaan ini," ujar Dennis dalam temu media di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dennis mengatakan akurasi yang dihasilkan lewat tes DNA ini mencapai 99 persen. Prosesnya pun sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 1-2 minggu. Bumil juga tak perlu khawatir dengan risiko yang muncul lewat pemeriksaan ini, karena tergolong aman bagi bumil dan janin yang dikandung.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan NIPT menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS) yang merupakan teknologi terbaru di dunia dalam bidang molekuler diagnostik. 

Laboratorium Diagnos Genomics sendiri merupakan anak usaha dari Bundamedik Healthcare System. Pada tahap awal ini, Diagnos Genomics menyediakan layanan pemeriksaan Genetik di bidang kesehatan reproduksi berupa Non Invasive Prenatal Testing (NIPT) dan Preimplantation Genetic Screening (PGS). 

"SDM Diagnos didukung oleh Dokter Spesialis dan Konsultan yang kompeten, Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik (ATLM) yang handal, termasuk tenaga genetika moIekuler yang profesional di bidangnya, sehingga akurasi dan kualitas hasil pemeriksaan yang baik dapat terpenuhi," tandasnya.

Jadi kini bagi pasutri yang masih penasaran dan ingin mendapatkan jenis kelamin bayi secara akurat bisa lakukan tes DNA. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelainan Langka, Lidah Bayi 16 Bulan Ini Jadi Terlalu Besar

Kelainan Langka, Lidah Bayi 16 Bulan Ini Jadi Terlalu Besar

Health | Jum'at, 12 April 2019 | 16:28 WIB

Bayi Suka Menyusu di Salah Satu Sisi Payudara? Ternyata Ini Alasannya

Bayi Suka Menyusu di Salah Satu Sisi Payudara? Ternyata Ini Alasannya

Health | Rabu, 10 April 2019 | 07:25 WIB

Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat

Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat

Health | Selasa, 09 April 2019 | 06:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB