Ini Jenis Olahraga yang Dianjurkan untuk Penderita Asma

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 07 Mei 2019 | 13:15 WIB
Ini Jenis Olahraga yang Dianjurkan untuk Penderita Asma
Ilustrasi penderita asma berolahraga. (Shutterstock)

Suara.com - Ini Jenis Olahraga yang Dianjurkan untuk Penderita Asma.

Dulu tentu Anda sering mendengar anggapan bahwa penderita asma dilarang melakukan aktivitas yang berat karena dapat memicu kekambuhan. Hal ini membuat penderita asma enggan melakukan olahraga karena khawatir akan memicu serangan.

Padahal disampaikan Prof dr Faisal Yunus, Ph.D. Sp.P (K) dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pasien asma justru dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur demi memperbaiki kondisinya.

"Orang asma ikut olahraga susah karena bisa timbul serangan asma. Padahal setiap orang, termasuk penderita asma harus tetap berkegiatan asal asmanya terkontrol," ujar Prof Faisal dalam temu media peringatan Hari Asma Sedunia di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Prof Faisal menambahkan, beberapa publik figur dunia pun ada yang merupakan penderita asma namun tetap bisa beprestasi. David Becham misalnya, mantan pesepakbola asal Inggris ini nyatanya adalah seorang penderita asma.

"Jadi atlet harus menyemprot obat pelega dulu karena bisa menahan serangan delapan jam. David Beckham juga asma. Dia nyemprot dulu sebelum bertanding. Jadi penderita asma dibolehkan olahraga," imbuhnya.

Menurut Prof Faisal, ada banyak manfaat yang bisa didapat penderita asma yang berolahraga teratur seperti meningkatkan kemampuan otot napas, kebugaran jasmani, hingga rasa percaya diri yang berimplikasi pada perbaikan kondisi asma.

Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan bagi penderita asma antara lain, renang, senam dan bersepeda. Olahraga seperti ini, kata Prof Faisal memiliki intensitas rendah sehingga tidak membuat tenggorokan kering.

"Main basket tidak dianjurkan untuk asma. Yang dianjurkan berenang, karena berenang walau cepat itu diatas air. Nggak bikin tenggorokan kering. Bersepeda juga pelan-pelan digenjotnya jadi lebih aman," imbuhnya.

Untuk frekuensinya sendiri, Prof Faisal menyarankan minimal dua kali seminggu. Sebelum melakukan olahraga, Ia menyarankan agar pasien melakukan pemanasan terlebih dahulu dan diakhiri dengan pendinginan.

"Kalau senam asma ada pemanasan lalu pendinginan. Kalau berenang juga gitu. Ada fase pemanasan dulu baru olahraga 30 menit dan fase pendinginan. Tujuannya untuk mencapai keadaan agar kebugaran meningkat," tandasnya.

Jadi penderita asma juga dianjurkan melakukan olahraga, tapi harus memilih olahraga yang tepat.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obat Pelega Asma Bikin Batal Puasa? Ini Kata Dokter

Obat Pelega Asma Bikin Batal Puasa? Ini Kata Dokter

Health | Selasa, 07 Mei 2019 | 12:59 WIB

Studi : Olahraga di Malam Hari Jadi Waktu Terbaik untuk Membakar Kalori

Studi : Olahraga di Malam Hari Jadi Waktu Terbaik untuk Membakar Kalori

Health | Senin, 22 April 2019 | 12:05 WIB

Dasar Netizen Ngeres! Selebgram Olahraga Malah Dikomen Porno

Dasar Netizen Ngeres! Selebgram Olahraga Malah Dikomen Porno

Lifestyle | Sabtu, 23 Maret 2019 | 08:45 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB