Kamu Kerap Jadi Tempat Curhat? Waspada Bisa Pengaruhi Kesehatan!

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Kamu Kerap Jadi Tempat Curhat? Waspada Bisa Pengaruhi Kesehatan!
Ilustrasi curhat. [shutterstock]

Nyatanya tidak semua orang memiliki kondisi psikologis cukup baik untuk mendengarkan curhatan.

Suara.com - Apakah kamu kerap menjadi tempat curhat temanmu atau sekadar mengeluarkan unek-uneknya? Iya jika meski apa yang kamu lakukan ini bermanfaat untuk orang lain, ternyata hal ini bisa berdampak kepada kesehatan. 

Sebagian besar orang senang mencurahkan isi hati dan kegalauannya pada orang terdekat agar lebih tenang. Tetapi, nyatanya tidak semua orang memiliki kondisi psikologis cukup baik untuk mendengarkan curhatan.

Dr Dedy Susanto, doktor psikologi melalui instagram pribadinya memperingatkan semua orang yang sering menjadi tempat curhat untuk lebih mengurangi kebiasaan tersebut dan menyadari kondisi diri sendiri.

BACA JUGA: Selamat! Baim Wong Umumkan Paula Verhoeven Hamil Anak Pertama!

"Buat kamu yang sering terima curhat. Hati-hati ya, niat kamu baik namun ada transfer of energy. Mereka lega namun tanpa sadar kamu menampung semuanya," tulis Dr Dedy Susanto di unggahan Instagramnya.

Ia pun menyebutkan sinyal-sinyal seseorang harus mulai menghentikan kebiasaan buruknya mendengarkan curhatan jika sudah mengalami gejala-gejala tertentu, seperti migrain, susah tidur hingga sensitif berlebihan.

Kebiasaan menjadi tempat curhat bisa memberikan dampak buruk pada pikiran dan kesehatan (Instagram/@dedysusantopj)
Kebiasaan menjadi tempat curhat bisa memberikan dampak buruk pada pikiran dan kesehatan (Instagram/@dedysusantopj)

"Cek indikatornya, bila tidur tidak nyenyak, migrain, maag, sensitif dan kepala atau dada terasa penuh. Jangan lanjutkan jadi penerima curhat. Karena, tidak semua orang ditakdirkan untuk ini. Jangan memaksakan diri nanti rembetannya ke keluargamu, bakal sensi nggak jelas ke keluargamu."

Bahkan Dr Dedy Susanto pun menyarankan untuk seseorang mengajak temannya yang sering menjadi teman curhat berjalan-jalan agar lebih rileks.

BACA JUGA: Demi Menjaga Daya Tahan Tubuh, Wanita Ini Pakai Ramuan dari Sperma!

Melansir dari inc.com, Trevor Blake juga menyatakan terlalu sering mendengar keluhan seseorang bisa memberikan pengaruh buruk pada otak.

Otak bekerja sama kerasnya dengan otot dan lebih dari yang kita ketahui. Jika membiarkan pikiran terus mendengarkan keluhan orang lain, terlebih keluhan negatif justru membuat diri kita cenderung berperilaku seperti itu.

Pada kondisi yang lebih buruk lagi, terlalu sering mendengarkan curhatan negatif juga membuat kita menjadi bodoh.

Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan curhatan dan keluhan selama 30 menit atau lebih itu telah mengupas neuron di hippocampus otak. Padahal itulah bagian otak yang diperlukan untuk memecahkan masalah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS