-
Shin Tae-yong menegaskan disiplin dan sistem terstruktur sebagai fondasi utama Persija Jakarta.
-
Program pramusim difokuskan pada peningkatan stamina dasar sebelum masuk ke pelatihan taktik.
-
Piala Presiden 2026 di Surabaya menjadi ajang uji coba perdana kerangka tim.
Suara.com - Era baru Persija Jakarta resmi dimulai bersama Shin Tae-yong. Tak butuh waktu lama, pelatih asal Korea Selatan itu langsung mengirim pesan tegas kepada seluruh pemain Macan Kemayoran: disiplin bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
Sejak memimpin latihan perdana di Persija Training Ground, Bojongsari, Sawangan, Depok, Selasa (14/7/2026), Shin mulai menanamkan fondasi yang ingin dibangun untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa kedisiplinan dan sistem permainan akan menjadi identitas baru Persija di bawah kepemimpinannya.
![Shin Tae-yong menegaskan pentingnya jam terbang pemain muda. Persija Jakarta dinilai menjadi contoh sukses regenerasi talenta di Super League. [Dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/17/34016-shin-tae-yong.jpg)
"Ya, mengenai aspek budaya, karena kita memainkan sepak bola yang keras dan intens, maka kedisiplinan dan sistem adalah hal yang penting. Saya ingin membangun kedisiplinan dan sistem tersebut secara terstruktur,” kata Shin.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa setiap pemain harus siap mengikuti standar tinggi yang diterapkan sang pelatih. Shin ingin Persija tampil dengan karakter permainan yang agresif, terorganisasi, dan konsisten sepanjang musim.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia telah menyusun program pramusim secara bertahap. Fokus pertama adalah meningkatkan kondisi fisik dan stamina seluruh pemain sebelum beralih ke pembentukan taktik tim.
"Pertama-tama tentunya fisik atau stamina dasar. Setelah latihan fisik, di sisa waktu yang ada kami akan melakukan latihan taktik tim. Kami akan menyusun hal-hal tersebut secara sistematis untuk bersiap menghadapi musim ini dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proses pembentukan tim, Persija akan memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang mengukur perkembangan skuad.
Turnamen pramusim yang berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 itu menjadi kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk menguji skema permainan sekaligus melihat sejauh mana para pemain mampu menjalankan instruksinya.
Persija tergabung di Grup B bersama Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Port FC. Seluruh pertandingan grup akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Di tengah proses membangun tim, Shin Tae-yong juga meminta Jakmania terus memberikan dukungan kepada Persija.
Menurutnya, perjalanan membangun tim tidak bisa dilakukan sendirian. Dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi para pemain sepanjang musim.
"Ketika musim dimulai, kami akan memberikan yang terbaik dan bekerja keras. Jadi, saya akan sangat berterima kasih jika para pendukung Jakmania memberikan banyak dukungan dan memercayai kami,” ujar Shin.
Latihan perdana Persija turut diwarnai kehadiran sejumlah pemain anyar, seperti Pratama Arhan, Victor Dethan, Aqil Savik, serta empat legiun asing baru, yakni Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Yoshino.
Meski demikian, kekuatan Persija belum sepenuhnya lengkap. Beberapa pemain yang masih memperkuat Timnas Indonesia belum bergabung karena sedang menjalani pemusatan latihan untuk menghadapi Piala AFF atau ASEAN Championship 2026.
Mereka adalah Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Dengan kombinasi pemain lama dan wajah-wajah baru, Shin Tae-yong kini memulai revolusinya di Persija. Disiplin ketat, kondisi fisik prima, dan sistem permainan yang terstruktur menjadi tiga pilar utama yang diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran kembali bersaing di papan atas Super League 2026/2027.
