Sering Begadang Hingga Larut Malam, Risikonya Kematian Dini

M. Reza Sulaiman, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 10 Mei 2019 | 20:45 WIB
Sering Begadang Hingga Larut Malam, Risikonya Kematian Dini
Begadang hingga larut malam dikaitkan dengan kematian dini. (Shutterstock)

Suara.com - Sering Begadang Hingga Larut Malam, Risikonya Kematian Dini

Begadang hingga larut malam mungkin tak bisa dihindari karena berbagai alasan. Namun, jangan begadang sering-sering jika tak ingin alami kematian dini.

Banyak penelitian mengaitkan kebiasaan begadang dengan hasil kesehatan yang buruk. Hasil penelitian menyatakan orang yang cenderung begadang atau kurang tidur berisiko lebih besar mengalami kematian dini.

Dilansir Himedik dari Forbes.com, penelitian observasional terhadap peserta dari UK Biobank Study tidak mengarah mengenai hubungan sebab-akibat orang yang suka begadang dengan risiko kematian dini.

Tetapi, penelitian ini menemukan data bahwa orang yang sering terjaga hingga larut malam bahkan pagi memiliki risiko 10 persen lebih tinggi mengalami kematian dini.

Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa orang yang sering terjaga di malam hari cenderung memiliki masalah kesehatan di beberapa daerah penting, salah satunya menderita penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, penelitian ini juga berkaitan dengan faktor lainnya yang tidak hanya karena begadang, seperti faktor usia, berat badan, frekuensi merokok dan status sosial ekonomi.

Begadang hingga larut malam dikaitkan dengan kematian dini. (Shutterstock)
Begadang hingga larut malam dikaitkan dengan kematian dini. (Shutterstock)

"Bisa jadi orang yang terlambat memiliki jam biologis internal yang tidak cocok dengan lingkungan eksternal mereka," kata Kristen Knutson, associate professor neurology di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Ini bisa berupa tekanan psikologis, makan di waktu yang salah untuk tubuh mereka, tidak cukup berolahraga, tidak cukup tidur, bangun di malam hari sendirian, mungkin menggunakan narkoba atau alkohol. Ada banyak variasi perilaku tidak sehat yang berkaitan dengan bangun malam dalam gelap sendirian," tambahnya.

baca juga

Studi ini juga berfokus pada tingkat diabetes, gangguan psikologis, neurologis dan gangguan pernapasan yang lebih tinggi dari orang yang sering begadang. Padahal kondisi itulah yang menyebabkan risiko kematian meningkat.

Karena itu, para peneliti menyarankan untuk lebih bisa menjaga waktu tidur dan hindari penggunaan TV maupun gadget hingga larut malam.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Mandi Air Dingin Setelah Begadang

Bahaya Mandi Air Dingin Setelah Begadang

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 07:05 WIB

Ini Jam Tidur yang Tepat Menurut Ahli Agar Kulit Wajah Menjadi Cantik

Ini Jam Tidur yang Tepat Menurut Ahli Agar Kulit Wajah Menjadi Cantik

Lifestyle | Rabu, 20 Maret 2019 | 20:25 WIB

Awas! Kebiasaan Begadang Bisa Merusak Fungsi Hati

Awas! Kebiasaan Begadang Bisa Merusak Fungsi Hati

Health | Kamis, 14 Februari 2019 | 18:30 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×