Alasan Diabetesi dengan Pengobatan Insulin Harus Selalu Kantongi Gula

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 11 Mei 2019 | 12:09 WIB
Alasan Diabetesi dengan Pengobatan Insulin Harus Selalu Kantongi Gula
Ilustrasi gula atau permen. (Shutterstock)

Suara.com - Gula bagi diabetesi atau orang dengan diabetes sering dianggap musuh karena dapat menaikkan kadar gula darah. Namun ternyata pada diabetesi yang menjalani pengobatan insulin, justru disarankan untuk selalu mengantongi gula atau setidaknya permen manis.

Disampaikan Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, spesialis penyakit dalam, hal ini dilakukan untuk mencegah risiko hipoglikemia yang bisa terjadi sewaktu-waktu pada diabetesi. Hipoglikemia sendiri merujuk pada kondisi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal.

"Diabetesi yang suntik insulin, di kantongnya harus ada gula. Kenapa, kalau lagi macet di tol dan mereka kena hipoglikemia mau minta gula kemana coba. Sudah sempoyongan duluan. Jadi selalu prepare untuk risiko hipoglikemia," ujar Prof. Sidartawan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gejala hipoglikemia yang harus diwaspadai diabetesi sendiri, kata Prof. Sidartawan, antara lain pusing, pucat, keringat berlebih, gemetar, jantung berdebar, sulit berkonsentrasi, mudah lapar, gelisah, pandangan kabur, kejang, hipotermia, hingga pingsan.

Ketika mengalami kondisi ini, maka sel-sel di otak dalam kondisi kekurangan glukosa. Hal ini bisa membuat sel-sel otak menjadi rusak dan bahkan mati. Jika sudah begini, maka diabetesi bisa berisiko mengalami kepikunan lebih awal karena kerusakan sel-sel di otaknya.

"Hipoglikemia beberapa menit saja sudah rusak sel otak, dan kalau sering, banyak yang rusak, bisa bikin pelupa. Jadi harus sedia gula, karena gula menaikkan gula darahnya kan cepat. Itu pertolongan utama bagi diabetesi yang hipoglikemia," imbuhnya.

Selain karena faktor insulin, hipoglikemia juga bisa terjadi ketika diabetesi berpuasa. Di saat menahan lapar dan haus dalam berpuasa, orang dengan diabetes tipe 2 berisiko hipoglikemia sehingga harus segera membatalkan puasa.

"Kalau lapar, mual, berdebar-debar, itu hati-hati. Gejala hipoglikemia. Mending batalin saja puasanya pasti langsung segar. Kalau mikirnya nanggung 15 menit lagi mau buka, itu jangan. Kalau ekstrim, pasien bisa pingsan. Batalin saja pakai gula beneran atau permen," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Syarat Diabetesi Tipe 2 Agar Bisa Puasa

Ini Syarat Diabetesi Tipe 2 Agar Bisa Puasa

Health | Sabtu, 11 Mei 2019 | 11:56 WIB

Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!

Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!

Otomotif | Sabtu, 04 Mei 2019 | 08:20 WIB

Ini Bahayanya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Gula Darah Saat Puasa

Ini Bahayanya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Gula Darah Saat Puasa

Health | Selasa, 30 April 2019 | 16:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB