Konsumsi Air Hidrogen Bantu Cegah Penyakit Kronis

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Minggu, 19 Mei 2019 | 10:15 WIB
Konsumsi Air Hidrogen Bantu Cegah Penyakit Kronis
Temu wartawan saat dalam bahasan manfaat air Hidrogen, di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Firsta Nodia]

Suara.com - Mengonsumsi air hidrogen untuk kesehatan, telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika. Air hidrogen dikenal sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan, anti-inflamasi, anti alergi, dan baik untuk kecantikan kulit karena sifatnya yang menangkal radikal bebas.

Menurut dr. Sihar Deddy K. Siahaan, Sp.BTKV, spesialis bedah thorak dan kardiovaskular dari Rumah Sakit Hermina, Kemayoran, Jakarta, air hidrogen sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk penyembuhan penyakit.

“Hidrogen (H2) adalah unsur kimia nomor satu. Selain itu, hidrogen juga merupakan gas yang paling ringan. Kondisi inilah yang membuat hidrogen bisa digunakan untuk kesehatan,” ujarnya dalam temu media belum lama ini.

Melalui zat yang ringan, hidrogen, kata dr Sihar dapat mengikat radikal bebas yang ada pada darah manusia. Seperti diketahui, gaya hidup yang kurang sehat membuat darah tercampur oleh lemak dan zat radikal bebas.

"Zat-zat tersebut akan diikat oleh air hidrogen yang kemudian dibuang melalui air seni. Radikal bebas inilah yang menjadi salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis, seperti Jantung, Stroke, Diabetes, Paru dan sebagainya," imbuhnya.

Selain untuk kesehatan, air hidrogen, ditambahkan dr Elvin Erick Gultom, dokter estetika dari RHED Clinic dan medical trainer dapat digunakan untuk kecantikan. Pasalnya, air hidrogen mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.

"Antioksidan pada dasarnya menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas atau menghentikan proses kerusakannya. Ketidakseimbangan antioksidan dalam tubuh berperan dalam penuaan dini pada kulit, hiperpigmentasi hingga memicu kondisi peradangan seperti eksim dan jerawat, serta kanker kulit,” lanjut dia.

Melihat dari banyaknya manfaat air hidrogen tersebut, LiveWell Global meluncurkan Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler, generator air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen portabel, pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membantu melawan radikal bebas sebagai sumber penyakit kronis.

Menurut Leonardo Wiesan, Co-Founder LiveWell Global, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler sangat praktis dan efisien, serta memiliki kadar hidrogen aktif yang tinggi.

baca juga

Penelitian mengenai air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen untuk membantu penyembuhan penyakit pun sudah diteliti oleh berbagai institusi medis di seluruh dunia. Bahkan, terdapat lebih dari 1000 penelitian dan artikel kesehatan yang menyatakan air hidrogen dan inhalasi hidrogen mampu membantu menyembuhkan lebih dari 170 penyakit.

“Produk ini dibuat di Korea Selatan, dengan menggunakan teknologi Proton Exchange Membran (PEM) yaitu suatu teknologi yang diklaim paling tercanggih untuk memproses air mineral menjadi air hidrogen, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler juga telah memiliki sertifikasi internasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta Api Hidrogen Pertama Beroperasi di Jerman

Kereta Api Hidrogen Pertama Beroperasi di Jerman

Tekno | Selasa, 18 September 2018 | 20:30 WIB

Eniya Listiani Dewi: Gaya Hidup Menggunakan Energi Terbarukan

Eniya Listiani Dewi: Gaya Hidup Menggunakan Energi Terbarukan

wawancara | Selasa, 31 Juli 2018 | 10:15 WIB

Matahari Buatan Terbesar di Dunia Dinyalakan di Jerman

Matahari Buatan Terbesar di Dunia Dinyalakan di Jerman

Tekno | Jum'at, 24 Maret 2017 | 16:15 WIB

Ajaib, Botol Minuman Ini Bisa Ubah Air Biasa Jadi Kaya Hidrogen

Ajaib, Botol Minuman Ini Bisa Ubah Air Biasa Jadi Kaya Hidrogen

Health | Jum'at, 10 Maret 2017 | 09:42 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×