Nonton TV Terlalu Lama Bikin Anak Susah Tidur

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 19 Mei 2019 | 13:35 WIB
Nonton TV Terlalu Lama Bikin Anak Susah Tidur
Ilustrasi anak sedang menonton TV. (Shutterstock)

Suara.com - Membiarkan anak-anak usia pra sekolah terlalu lama menonton TV membuat mereka tidur lebih sedikit di malam hari. Hal tersebut diungkap oleh sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Sleep Health, Journal of National Sleep Foundation.

Di mana, anak-anak pra sekolah yang menonton TV kurang dari satu jam per hari mendapatkan 22 menit atau hampir 2,5 jam per minggu, lebih banyak tidur di malam hari, dibandingkan dengan mereka yang menonton TV lebih dari satu jam setiap hari.

Peneliti menunjukkan bahwa penggunaan TV oleh anak-anak mempengaruhi kualitas dan durasi tidur mereka, yang diukur dengan perangkat actigraphic yang dikenakan anak-anak seperti jam tangan di pergelangan tangan mereka.

Selain itu, dilansir dari The Health Site, waktu tidur siang meningkat di antara anak-anak yang menonton TV lebih banyak. Meski begitu, hal ini tidak sepenuhnya menggantikan waktu tidur yang hilang di malam hari.

"Berita baiknya adalah, ini bisa dialamatkan. Orang tua berasumsi bahwa TV membantu anak-anak mereka. Tapi itu tidak berhasil. Anak-anak itu tidak bisa tidur nyenyak, dan itu tidak membantu mereka tertidur lebih baik. Sangat bagus memiliki data ini," kata Rebecca Spencer, Associate Professor di University of Massachusetts, Amherst di Amerika Serikat (AS)

Untuk melihat hal tersebut, peneliti melihat 470 anak pra sekolah yang sangat beragam. Mereka mengenakan actigraphs hingga 16 hari. Orang tua dan pengasuh mereka menjawab kuesioner tentang demografi dan kesehatan dan perilaku anak-anak, termasuk pertanyaan terperinci tentang penggunaan TV.

Temuan menunjukkan bahwa rata-rata, anak-anak pra sekolah yang tanpa TV, 30 menit lebih lama di kamar tidur mereka saat malam hari daripada mereka yang punya TV di kamar mereka, kata penelitian itu.

Namun, hal ini bertentangan dengan pedoman baru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan anak-anak antara usia 2 dan 4 tahun tidak boleh memiliki lebih dari satu jam waktu layar tidak bergerak setiap hari. Dan kurang atau tidak ada layar waktu bahkan lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nonton Lebih dari 3,5 Jam Sehari Bikin Lebih Cepat Pikun

Nonton Lebih dari 3,5 Jam Sehari Bikin Lebih Cepat Pikun

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 09:25 WIB

Orang Indonesia Tertinggi Nonton TV dan Gadget, Ini Bahayanya

Orang Indonesia Tertinggi Nonton TV dan Gadget, Ini Bahayanya

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 11:23 WIB

Terlalu Lama Anak Menatap Layar Berisiko Obesitas

Terlalu Lama Anak Menatap Layar Berisiko Obesitas

Health | Jum'at, 24 November 2017 | 14:04 WIB

Sering Tonton Televisi Berjam-jam, Awas Diintai Penyakit Ini!

Sering Tonton Televisi Berjam-jam, Awas Diintai Penyakit Ini!

Health | Selasa, 14 November 2017 | 10:48 WIB

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Bahayakan Kesehatan Paru

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Bahayakan Kesehatan Paru

Health | Selasa, 01 September 2015 | 12:28 WIB

Risiko Ini Intai Anak yang Gemar Nonton TV

Risiko Ini Intai Anak yang Gemar Nonton TV

Health | Selasa, 28 April 2015 | 16:35 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB