Tersengat Hewan Kecil di Pantai, Kaki Pria Ini Lumpuh Permanen!

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Tersengat Hewan Kecil di Pantai, Kaki Pria Ini Lumpuh Permanen!
Ilustrasi lelaki yang lumpuh karena tersengat ulat api emas alias golden fireworm. (Shutterstock)

Seorang laki-laki mengalami kelumpuhan di kaki kirinya setelah tersengat ulat di pantai ketika menjadi pemandu wisata.

Suara.com - Seorang pria usia 36 tahun dari Kampung Durian Hijau, Terachi, Malaysia bernasib malang ketika pergi berwisata ke pantai

Bukannya senang, pria bernama Mohd Fadzil Yunus ini justru mengalami kelumpuhan di kaki kirinya setelah tersengat hewan asing di pantai Pulau Pangkor, Perak.

Saat itu Fadzil sedang menjadi pemandu wisata dan seketika merasakan kaki kirinya sakit tersengat golden fireworm alias ulat api emas.

"Saya sedang menunggu wisatawan datang, tapi tiba-tiba saya merasakan sakit seperti ada yang menyengat kaki kiri saya. Setelah saya lihat, ternyata itu seekor golden fireworm (ulat api emas)," ujarnya melansir worldofbuzz.com yang mengutip dari portal berita Malaysia Harian Metro.

Mulanya, Fadzil merasakan sakit dan gatal di kaki kirinya yang tersengat ulat api emas. Ia berpikir bahwa rasa sakit itu wajar karena baru saja tersengat.

Ilustrasi tersengat ulat api emas di pantai. (Suara.com/Vessy Frizona)
Ilustrasi tersengat ulat api emas di pantai. (Suara.com/Vessy Frizona)

Tetapi, kaki kirinya yang tersengat ulat api emas justru membengkak setelah dua bulan kejadian. Fadzil pun merasakan sakit di pinggangnya.

Akhirnya Fadzil langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat suntikan pereda rasa sakit.

"Saya dirujuk ke Rumah Sakit Seri Manjung untuk menjalani perawatan selama sebulan. Lalu saya dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Tentera (HAT) Lumut. Sayangnya, kaki kiri saya menjadi lebih buruk dan tidak bisa disembuhkan," ujarnya.

Setelah melalui beberapa kali operasi di bagian kaki kirinya, kondisi Fadzil tak kunjung membaik. Akibat sengatan hewan kecil, Fadzil harus mengalami kelumpuhan permanen pada kaki kirinya yang tidak bisa disembuhkan.

Fadzil yang sudah melewati berbagai macam tindakan dan pengobatan pun memilih pulang ke rumah karena semuanya tidak membuat kakinya berfungsi lagi.

Kondisi itu membuatnya hancur dan merasa tak berguna karena tidak bisa membantu ibunya yang sudah berusia 72 tahun.

Kini, Fadzil pun hidup dengan menerima bantuan dari orang baik di sekitarnya dan menerima bantuan dari Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS