WHO Tetapkan Gaming Disorder Sebagai Penyakit, Korea Selatan Menentang

Agung Pratnyawan, Rosiana Chozanah

Senin, 27 Mei 2019 | 14:59 WIB
WHO Tetapkan Gaming Disorder Sebagai Penyakit, Korea Selatan Menentang
Ilustrasi seorang lelaki sedang bermain game (Shutterstock).

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah membuat keputusan akhir apakah kecanduan bermain game diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan atau tidak pada 25 Mei 2019 ini.

Keputusan ini diresmikan pada pertemuan ke-72 Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA) yang diadakan di Jenewa, Swiss, di depan delegasi dari negara-negara anggota.

Melansir Variety.com, WHO menambahkan kecanduan game sebagai gangguan dalam Revisi ke 11 Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) pada Juni 2018.

Perilaku kecanduan bermain game ini didefinisikan sebagai 'pola perilaku bermain game yang ditandai dengan gangguan kontrol atas permainan, meningkatkan prioritas dalam bermain game daripada kegiatan lain sejauh permainan didahulukan dari minat dan kegiatan sehari-hari lainnya, dan kelanjutan atau peningkatan permainan meskipun terjadi konsekuensi negatif'.

Lebih lanjutnya, WHO mengatakan perilaku tersebut cukup parah untuk secara signifikan merusak fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan atau pekerjaan seseorang dan terbukti setidaknya 12 bulan.

Ilustrasi beberapa orang bermain mobile games. [Shutterstock]
Ilustrasi beberapa orang bermain mobile games. [Shutterstock]

Tapi ternyata keputusan mengenai Gaming Disorder ini masih menimbulkan pro dan kontra. Terutama bagi negara yang banyak membuat video game ini.

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan WHO tersebut.

Kementerian budaya untuk Korea Selatan menentang mengklasifikasikan gangguan game sebagai penyakit dan bahkan membawa bukti untuk menyatakan bahwa game itu sendiri mungkin bukan masalah.

Kementerian budaya Korea Selatan, bersama Korea Creative Content Agency, mengutip studi lima tahun yang dilakukan di negara itu dan menekankan bahwa kecanduan game disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dukungan dari guru, stres dari sekolah, dan bahkan hubungan dengan teman sebaya.

baca juga

Melansir Dotesports.com, Gaming Disorder ini ditambahkan dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD). Negara yang kontra merasa ini masalah besar mengingat ICD digunakan dokter dan profesional medis lainnya di seluruh dunia untuk membuat daftar penyakit dan gejala serta mendiagnosis pasien.

Ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi untuk memutuskan sistem penggantian dan biaya prosedural.

Menurut Badan Konten Kreatif Korea, WHO hanya menyalahkan permainan dan tidak melihat hal lain.

Kecanduan bermain game bisa sangat nyata. Tetapi perbedaan antara penggemar yang berdedikasi dan pemain yang kecanduan terkadang sulit untuk didefinisikan, jadi mungkin sulit untuk mencari tahu di mana garis itu berada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:44 WIB

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kisah Nyata! Polisi Melawan Kecanduan Opioid Putrinya di Film Clean Hands

Kisah Nyata! Polisi Melawan Kecanduan Opioid Putrinya di Film Clean Hands

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Babymonster Ketagihan Ngomong Josjis saat Konser di Jakarta, Sampai Bilang Sayange ke MONSTIEZ

Babymonster Ketagihan Ngomong Josjis saat Konser di Jakarta, Sampai Bilang Sayange ke MONSTIEZ

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Terkini

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:00 WIB

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:40 WIB

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

×